ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OCBC NISP Cetak Laba Rp 1,14 T

Senin, 10 Februari 2014 | 20:53 WIB
TH
B
Penulis: Thomas Ekafitrianus Harefa | Editor: B1
OCBC NISP ATM
OCBC NISP ATM (BeritaSatu Photo/ David Gita Roza/David Gita Roza)

Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,14 triliun pada 2013, tumbuh 25 persen dibandingkan akhir 2012 yang senilai Rp 915 miliar. Laba perseroan tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 22 persen dari Rp 2,56 triliun menjadi Rp 3,14 triliun.

Chief Financial Officer Bank OCBC NISP Hartati mengatakan, kenaikan pendapatan bunga bersih perseroan terutama didorong oleh kenaikan penyaluran kredit yang tumbuh 21 persen dari Rp 52,90 triliun menjadi Rp 63,97 triliun.

Pendapatan operasional Bank OCBC NISP akhir tahun lalu tercatat Rp 4,02 triliun, tumbuh 18 persen dibandingkan akhir 2012 senilai Rp 3,40 triliun. Sedangkan beban operasional naik 14 persen menjadi Rp 2,21 triliun dibandingkan akhir 2012 senilai Rp 1,94 triliun.

"Pertumbuhan penyaluran kredit Bank OCBC NISP pada 2013 mendukung perolehan laba menjadi Rp 1,14 triliun," kata dia pada jumpa pers paparan kinerja keuangan 2013 Bank OCBC NISP di Jakarta, Senin (10/2).

ADVERTISEMENT

Hartati menjelaskan, sepanjang tahun lalu, Bank OCBC NISP berhasil meningkatkan kinerja keuangan dengan membukukan aset sebesar Rp 97,52 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan 2012 senilai Rp 79,14 triliun.

Jumlah dana pihak ketiga (DPK) akhir 2013 sebesar Rp 68,94 triliun, tumbuh 13 persen dibandingkan 2012 senilai Rp 60,76 triliun. Sedangkan jumlah ekuitas tercatat Rp 13,50 triliun, tumbuh 51 persen dibandingkan 2012 senilai Rp 8,95 triliun.

Presiden Direktur dan CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, dari keseluruhan kredit yang disalurkan pada 2013, 41 persen disalurkan untuk kredit modal kerja, 39 persen ke kredit investasi, dan 20 persen kredit konsumsi. Kredit yang disalurkan mencakup sektor perindustrian mencapai 25 persen, perdagangan (25 persen), jasa (22 persen), pertanian dan pertambangan (6 persen), konstruksi (2 persen), dan lain-lain (20 persen).

Ekspansi kredit perseroan, ujar dia, juga senantiasa diikuti dengan konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian demi menjaga kualitas aset bank pada level yang optimal. "Hal tersebut ditunjukkan dengan penurunan jumlah kredit bermasalah bruto (NPL gross) per akhir Desember 2013 menjadi 0,7 persen dan NPL net sebesar 0,4 persen," ujar Parwati.

Ia memaparkan, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit, DPK, dan laba di kisaran 15-20 persen. Perseroan menilai sektor kredit yang potensial untuk penyaluran kredit antara lain transportasi, consumer goods, dan tekstil. Terkait dengan pendanaan, Bank OCBC NISP masih memiliki plafon obligasi berkelanjutan II yang belum diterbitkan sebesar Rp 3 triliun.

Perseroan juga menjaga agar net interest margin (NIM) tidak turun. Tahun lalu, NIM Bank OCBC NISP tercatat turun 0,1 persen dari 4,2 persen menjadi 4,1 persen. Penurunan NIM akibat adanya persaingan tingkat suku bunga dana di antara bank-bank.

"Meski demikian, penurunan NIM kami tahun lalu masih terkendali dibandingkan rata-rata industri yang turun hingga 1 persen. Untuk menjaga NIM, kami akan meningkatkan porsi dana murah, memberdayakan aset portofolio, dan meningkatkan pendapatan berbasis biaya," kata Parwati.

Dia menambahkan, perseroan mendapat dukungan kuat dari Bank OCBC Singapura. Oleh karena itu, Bank OCBC NISP dapat memberikan pelayanan komprehensif yang lebih baik lagi kepada seluruh nasabah, melalui 339 jaringan kantor, dan 752 unit anjungan tunai mandiri (ATM) di seluruh Indonesia, dan 6.735 orang karyawan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon