Pemerintah Tingkatkan Konektivitas dan Logistik Koridor Sulawesi
Selasa, 11 Februari 2014 | 17:01 WIB
Jakarta - Pemerintah melalui Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) tengah berupaya meningkatkan konektifitas dan logistik koridor Sulawesi. Upaya tersebut antara lain dengan melaksanakan pemancangan awal (groundbreaking) enam proyek dengan total nilai mencapai Rp 21 triliun.
Ketua Harian KP3EI yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan saat ini pemerintah terus mendorong pembangunan di luar Jawa, khususnya Sulawesi dengan membangun berbagai proyek infrastruktur konektivitas dan energi. Upaya ini diyakini akan mendorong lebih banyak pusat-pusat pertumbuhan baru untuk tumbuh dan berkembang di wilayah Sulawesi Barat.
"Secara total, seluruh investasi MP3EI yang telah groundbreaking di Sulawesi mencapai Rp 83,72 triliun, periode Mei 2011-Februari 2014. KP3EI tidak berhenti hanya sampai pada tahap pelaksanaan groundbreaking saja. Kami akan terus melakukan monitoring kemajuan dari proyek-proyek MP3EI paska groundbreaking sampai pada tahapan operasional/produksi," ujar Hatta dalam keterangan resminya usai meresmikan sejumlah proyek KP3EI di Mamuju, Sulawesi Barat, baru-baru ini.
Lebih lanjut Hatta menjelaskan keenam proyek MP3EI yang di-groundbreaking di Sulawesi adalah Mamuju Arteri Road untuk mendukung Pelabuhan Belang-Belang dengan sumber pendanaan berasal dari APBN, PLTA Tumbuan Mamuju 450 MW (sumber pendanaan dari PT Haji Kalla), PLTU Belang-Belang 2x25 MW (PT Rekind Daya Mamuju), Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PT Astra Group), RSUD Provinsi Sulawesi Barat dan Dermaga BBM (Depo Pertamina) Belang-Belang.
Hatta berharap proyek-proyek tersebut bisa meningkatkan konektivitas energi dan logistik di Koridor Ekonomi Sulawesi, khususnya di Wilayah Sulawesi Barat. Dengan demikian daya saing dan pertumbuhan kawasan tersebut akan semakin meningkat.
Namun dia menekankan hal yang lebih penting untuk dikembangkan adalah kualitas sumberdaya manusia (SDM) masyarakat muda setempat. Pasalnya keberadaan konektivitas dan logistik dinilai tidak akan bisa meningkatkan petumbuhan kawasan tersebut tanpa didukung oleh kualitas SDM yang mumpuni.
"Kita tidak bisa membiarkan putra-putri kita generasi ke depan, menjadi penonton atau berperan marjinal dalam dinamika ekonomi di wilayah kita. Untuk itu, kita harus memastikan hadirnya Pilar ketiga MP3EI, yaitu SDM Indonesia yang berilmu-pengetahuan dan berteknologi," jelas Hatta.
Data KP3EI mencatat Koridor Ekonomi (KE) Sulawesi memiliki tema sebagai "Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas, dan Pertambangan Nasional" dengan fokus pengembangan kegiatan ekonomi utama berupa Perikanan, Kakao, Pertanian Pangan, Nikel, dan Migas.
Pada 2011 tercatat beberapa investasi yang sudah groundbreaking di KE Sulawesi, diantaranya 19 proyek untuk sektor riil dengan nilai investasi Rp 37,2 triliun dan 16 proyek infrastruktur dengan nilai investasi Rp 12,9 triliun. Pada 2012, KE Sulawesi mencatat realisasi dua proyek sektor riil yang telah groundbreaking (Rp. 9,7 triliun) dan empat proyek infrastruktur (Rp 2,1 triliun).
Hingga Desember 2013 terdapat satu proyek sektor riil yang telah groundbreaking (Rp 100 miliar) dan dua proyek infrastruktur (Rp 465 miliar). Sehingga secara keseluruhan untuk KE Sulawesi jumlah investasi yang telah groundbreaking mencapai Rp 62,72 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




