Krisis Eropa Picu Koreksi Dalam IHSG
Kamis, 10 November 2011 | 09:46 WIB
Kondisi Italia yang semakin memburuk.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka tergerus seiring melemahnya bursa Asia.
Hingga pukul 09.38 JATS, IHSG turun tajam 96,19 poin (2,49 persen) menjadi 3.761,17 dari 3.857,36, indeks LQ-45 naik 19,32 poin (2,80 persen) ke level 669,32 dari 689,29, adapun Jakarta Islamic Index (JII) mencapai 522,65 atau naik 15,43 (2,87 persen) dari perdagangan kemarin 538,08.
Ambruknya IHSG dipicu kondisi Italia yang semakin memburuk. Pada perdagangan Rabu (9/11), imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Italia betenor 10 tahun mencapai 7,3 persen, tertinggi sepanjang sejarah pembentukan Uni Eropa. Padahal, rata-rata imbal hasil utang negara Uni Eropa dengan tenor yang sama berkisar 1,7 persen.
Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis tingkat suku bunga acuan (BI rate). Sejumlah ekonom memperkirakan BI rate berpeluang turun 25 basis poin ke level 6,25 persen.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu malam pukul 21.25 waktu New York (pagi ini) turun US$ 0,17 dolar (0,18 persen) ke level US$ 95,57 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,01 (0,01 persen) ke level US$ 112,31.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (9/11), rupiah berada di posisi Rp 8.895 per dolar, atau melemah 62 poin dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 8.933 dengan kisaran perdagangan Rp 8.939 - Rp 8.851.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 8.890. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 8.885-Rp 8.890.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka tergerus seiring melemahnya bursa Asia.
Hingga pukul 09.38 JATS, IHSG turun tajam 96,19 poin (2,49 persen) menjadi 3.761,17 dari 3.857,36, indeks LQ-45 naik 19,32 poin (2,80 persen) ke level 669,32 dari 689,29, adapun Jakarta Islamic Index (JII) mencapai 522,65 atau naik 15,43 (2,87 persen) dari perdagangan kemarin 538,08.
Ambruknya IHSG dipicu kondisi Italia yang semakin memburuk. Pada perdagangan Rabu (9/11), imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Italia betenor 10 tahun mencapai 7,3 persen, tertinggi sepanjang sejarah pembentukan Uni Eropa. Padahal, rata-rata imbal hasil utang negara Uni Eropa dengan tenor yang sama berkisar 1,7 persen.
Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis tingkat suku bunga acuan (BI rate). Sejumlah ekonom memperkirakan BI rate berpeluang turun 25 basis poin ke level 6,25 persen.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu malam pukul 21.25 waktu New York (pagi ini) turun US$ 0,17 dolar (0,18 persen) ke level US$ 95,57 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,01 (0,01 persen) ke level US$ 112,31.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (9/11), rupiah berada di posisi Rp 8.895 per dolar, atau melemah 62 poin dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 8.933 dengan kisaran perdagangan Rp 8.939 - Rp 8.851.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 8.890. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 8.885-Rp 8.890.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




