ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gagas Energi Alokasikan Rp 260 Miliar Bangun 16 SPBG Tahun Ini

Kamis, 27 Februari 2014 | 18:00 WIB
RP
B
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: B1
Ilustrasi pompa pengisian bahan bakar gas
Ilustrasi pompa pengisian bahan bakar gas (Antara)

Jakarta - PT Gagas Energi Indonesia mengalokasikan investasi sebesar Rp 260 miliar untuk proyek pembangunan 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 unit Mobile Refueling Unit (SPBG bergerak).

Presiden Direktor Gagas Energi, Danny Praditya mengatakan pihaknya sudah mencanangkan 2014 sebagai tahun penggunaan gas bagi sektor transportasi melalui percepatan pembangunan infrastruktur. Gagas Energi sebagai anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, mengemban tugas pembangunan 16 SPBG di lima wilayah yakni, Jabodetabek, Sukabumi, Surabaya dan Riau.

"Investasi tahun ini Rp 260 miliar dari internal cash flow PGN," kata Danny dalam konpers di acara "8th Natural Gas Vehicles & Infrastructure Indonesia Forum & Exhibition," di Jakarta, Kamis (27/02).

Danny menuturkan MRU yang dibangun PGN di 2013 menjadi penetrasi dan "menjemput bola" untuk program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Dia menuturkan MRU tersebut di tempatkan di lapangan IRTI Monas dalam rangka mendekatkan gas bumi ke masyarakat serta menjangkau area yang tidak terdapat infrastruktur gas.

ADVERTISEMENT

Dalam sehari MRU tersebut melayani 300-350 unit bajaj serta sekitar 100-150 kendaraan operasional PGN serta instansi dan Kementerian. "Ini mempercepat program konversi. PGN sebagai BUMN siap berkomitmen membantu pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Percepatan Konversi BBM ke BBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengtakan ditargetkan 980 kendaraan perkebunan dan pertambangan beralih menggunakan BBG pada tahun ini. Dengan rincian di Muara Bungo, Jambi sekitar 680 kendaraan dan di Muara Enim, Sumatera Selatan sebanyak 300 kendaraan. "Sekarang lagi proses pembangunan infrastruktur jaringan dan SPBG-nya. Kami harapkan di kuatal IV 2014 sudah mulai jalan," ujarnya.

Wiratmaja mengungkapkan kendaraan tersebut akan menggunakan Liqued Natural Gas (LNG). Adapun proyek di Muara Bungo digarap oleh PGN yang bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah. Danny menuturkan investasi pembangunan infrastruktur dan SPBG di Muara Bungo sekitar US$ 10-11 juta. "Kami bangun satu SPBG stasiun induk dan stasiun anak," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon