Pembukaan IHSG Dilanda Tekanan Jual
Selasa, 15 November 2011 | 09:42 WIB
IHSG terbawa arus bursa kawasan.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah seiring aksi jual bursa Asia.
Hingga pukul 09.36 JATS, IHSG terkoreksi 18,81 poin (0,49 persen) menjadi 3.814,23 dari 3.833,04, indeks LQ-45 turun 4,19 poin (0,61 persen) ke level 678,73 dari 682,92.
Pelemahan IHSG dipicu kekhawatiran pelaku pasar tentang krisis global yang semakin meluas. Apalagi pada lelang surat utang pemerintah Italia kemarin, imbal hasil (yield) lelang obligasi Italia bertenor 5 tahun sebesar 6,29 persen, atau naik 97 basis poin (bsp) dibandingkan bulan lalu di level 5,32 persen.
Tingkat yield tersebut tertinggi sejak tahun 1997. Kondisi ini mengindikasikan krisis Eropa masih belum usai sekaligus menimbulkan kekhawatiran kemampuan Italia untuk membayar utangnya.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin malam pukul 21.30 waktu New York (pagi ini) naik US$ 0,05 dolar (0,05 persen) ke level US$ 98,19 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,18 (0,16 persen) ke level US$ 111,89.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (14/11), rupiah berada di posisi Rp 8.955 per dolar, atau menguat 50 poin dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.005 dengan kisaran perdagangan Rp 9.000 - Rp 8.910.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 8.966. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 8.966-Rp 8.985.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah seiring aksi jual bursa Asia.
Hingga pukul 09.36 JATS, IHSG terkoreksi 18,81 poin (0,49 persen) menjadi 3.814,23 dari 3.833,04, indeks LQ-45 turun 4,19 poin (0,61 persen) ke level 678,73 dari 682,92.
Pelemahan IHSG dipicu kekhawatiran pelaku pasar tentang krisis global yang semakin meluas. Apalagi pada lelang surat utang pemerintah Italia kemarin, imbal hasil (yield) lelang obligasi Italia bertenor 5 tahun sebesar 6,29 persen, atau naik 97 basis poin (bsp) dibandingkan bulan lalu di level 5,32 persen.
Tingkat yield tersebut tertinggi sejak tahun 1997. Kondisi ini mengindikasikan krisis Eropa masih belum usai sekaligus menimbulkan kekhawatiran kemampuan Italia untuk membayar utangnya.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin malam pukul 21.30 waktu New York (pagi ini) naik US$ 0,05 dolar (0,05 persen) ke level US$ 98,19 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,18 (0,16 persen) ke level US$ 111,89.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (14/11), rupiah berada di posisi Rp 8.955 per dolar, atau menguat 50 poin dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.005 dengan kisaran perdagangan Rp 9.000 - Rp 8.910.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 8.966. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 8.966-Rp 8.985.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




