IHSG Masih Diselimuti Sentimen Positif
Senin, 21 November 2011 | 09:42 WIB
Investor masih akan mencermati krisis utang Uni Eropa.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini masih dalam tren melemah seiring aksi jual bursa Asia.
Hingga pukul 09.37 JATS, IHSG terkoreksi 33,77 poin (0,90 persen) menjadi 3.720,34 dari 3.754,50, indeks LQ-45 turun 8,02 poin (1,21 persen) ke level 655,90 dari 663,92.
Pelemahan bursa kawasan tak lepas dari sentimen global. Investor masih akan mencermati krisis utang Uni Eropa. Imbal hasil (yield) obligasi Italia dan Spanyol juga menunjukkan penurunan pasca pembelian oleh Bank Sentral Eropa setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Minggu malam pukul 21.27 waktu New York (pagi ini) naik US$ 0,11 dolar (0,12 persen) ke level US$ 97,41 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,02 (0,02 persen) ke level US$ 107,58.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jumat (18/11), rupiah berada di posisi Rp 9.050 per dolar, atau melemah 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.040 dengan kisaran perdagangan Rp 9.100 - Rp 9.010.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.053. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.050-Rp 9.090.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini masih dalam tren melemah seiring aksi jual bursa Asia.
Hingga pukul 09.37 JATS, IHSG terkoreksi 33,77 poin (0,90 persen) menjadi 3.720,34 dari 3.754,50, indeks LQ-45 turun 8,02 poin (1,21 persen) ke level 655,90 dari 663,92.
Pelemahan bursa kawasan tak lepas dari sentimen global. Investor masih akan mencermati krisis utang Uni Eropa. Imbal hasil (yield) obligasi Italia dan Spanyol juga menunjukkan penurunan pasca pembelian oleh Bank Sentral Eropa setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Minggu malam pukul 21.27 waktu New York (pagi ini) naik US$ 0,11 dolar (0,12 persen) ke level US$ 97,41 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,02 (0,02 persen) ke level US$ 107,58.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jumat (18/11), rupiah berada di posisi Rp 9.050 per dolar, atau melemah 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.040 dengan kisaran perdagangan Rp 9.100 - Rp 9.010.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.053. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.050-Rp 9.090.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




