2012, Lippo Group Bangun 6 Rumah Sakit
Rabu, 23 November 2011 | 12:05 WIB
Akan terus meningkatkan jumlah ruang kelas tiga
Lippo Group ingin menjadi pemain terdepan di bidang kesehatan dengan menargetkan pembangunan enam rumah sakit di lima wilayah Indonesia tahun depan.
Menurut CEO Lippo Group, James T Riady, enam rumah sakit tersebut antara lain akan dibangun di Makasar, Manado, Bali, Palembang dan Jakarta dengan investasi untuk satu rumah sakit sekitar Rp300-Rp500 Miliar.
"Kami akan terus membangun rumah sakit karena kami berharap akan menjadi pemain utama di industri kesehatan," kata James usai acara bulanan Kamar Dagang Indonesia dengan Kementerian Kesehatan di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu.
James mengatakan setiap rumah sakit yang akan dibangun diupayakan sudah memliki standar internasional.
"Setiap rumah sakit sudah seharusnya dibangun dengan prinsip internasional, baik standarnya internasional, perlengkapannya, maupun pelayanannya," tutur James lebih lanjut.
Meski begitu, James menuturkan, akreditasi internasional tidak sepenuhnya relevan dilakukan semua rumah sakit.
Jalan keluarnya, lanjutnya, dengan mewujudkan model rumah sakit yang berakreditasi internasional kemudian diduplikasi oleh rumah sakit lain tanpa akreditasi tapi memenuhi standar akreditasi internasional.
"Akreditasi internasional membutuhkan biaya yang tinggi sehingga dikhawatirkan berdampak pada pasien," terang James.
Rumah sakit Siloam milik Lippo Group sendiri saat ini, James menambahkan, akan terus meningkatkan jumlah ruang kelas tiga. Hal ini sejalan dengan keinginan Menteri Kesehatan agar rumah sakit swasta ikut membantu melayani masyarakat tidak mampu yang tercakup dalam jaminan sosial dengan pelayanan kesehatan di kelas tiga.
"Siloam saat ini targetnya 20%, Siloam Karawaci bahkan akan kami tingkatkan mungkin ke 50%," pungkas James.
Lippo Group ingin menjadi pemain terdepan di bidang kesehatan dengan menargetkan pembangunan enam rumah sakit di lima wilayah Indonesia tahun depan.
Menurut CEO Lippo Group, James T Riady, enam rumah sakit tersebut antara lain akan dibangun di Makasar, Manado, Bali, Palembang dan Jakarta dengan investasi untuk satu rumah sakit sekitar Rp300-Rp500 Miliar.
"Kami akan terus membangun rumah sakit karena kami berharap akan menjadi pemain utama di industri kesehatan," kata James usai acara bulanan Kamar Dagang Indonesia dengan Kementerian Kesehatan di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu.
James mengatakan setiap rumah sakit yang akan dibangun diupayakan sudah memliki standar internasional.
"Setiap rumah sakit sudah seharusnya dibangun dengan prinsip internasional, baik standarnya internasional, perlengkapannya, maupun pelayanannya," tutur James lebih lanjut.
Meski begitu, James menuturkan, akreditasi internasional tidak sepenuhnya relevan dilakukan semua rumah sakit.
Jalan keluarnya, lanjutnya, dengan mewujudkan model rumah sakit yang berakreditasi internasional kemudian diduplikasi oleh rumah sakit lain tanpa akreditasi tapi memenuhi standar akreditasi internasional.
"Akreditasi internasional membutuhkan biaya yang tinggi sehingga dikhawatirkan berdampak pada pasien," terang James.
Rumah sakit Siloam milik Lippo Group sendiri saat ini, James menambahkan, akan terus meningkatkan jumlah ruang kelas tiga. Hal ini sejalan dengan keinginan Menteri Kesehatan agar rumah sakit swasta ikut membantu melayani masyarakat tidak mampu yang tercakup dalam jaminan sosial dengan pelayanan kesehatan di kelas tiga.
"Siloam saat ini targetnya 20%, Siloam Karawaci bahkan akan kami tingkatkan mungkin ke 50%," pungkas James.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




