ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Akan Datang Diminta Bentuk Komite Pengawas Penggunaan Produk Dalam Negeri

Senin, 16 Juni 2014 | 20:31 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Pekerja menyelesaikan jahitan dan sablon kaos pesanan tim sukses pasangan calon dan wakil presiden Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla di rumah konveksi kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014.
Pekerja menyelesaikan jahitan dan sablon kaos pesanan tim sukses pasangan calon dan wakil presiden Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla di rumah konveksi kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014. (JG/Safir Makki)

Jakarta - Presiden dan Wakil Presiden RI yang terpilih dalam pemilu 9 Juli 2014 mendatang diminta membentuk komite atau badan khusus untuk mengawasi penggunaan produk dalam negeri. Hal ini penting, agar produk-produk masyarakat Indonesia, terutama produk koperasi dan UKM.

Demikian disampailkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharam, dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin (16/6).

Agus mengatakan, dalam menghadapi pasar bebas, terutama pasar bebas ASEAN yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2014, maka penggunaan produk dalam negeri harus diwajibkan. "Kewajiban dan pengawasan penggunaan produk dalam negeri ini penting, mengingat mental orang Indonesia yang lebih bangga pakai produk luar negeri dibanding produk dalam negeri," kata dia.

Kantor-kantor pemerintah, seperti mebel dan perlengkapan kantor lainnya, pakaian semua pegawai negeri sipil perlu diwajibkan menggunakan produk dalam negeri. Selain itu jua kantor-kantor partai-partai politik, organisasi kemasyarakatan (ormas), kantor-kantor asosiasi, dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, kata dia, pemerintah akan datang harus membuat aturan mengenai kewajiban penggunaan produk dalam negeri. "Yang memakai produk dalam negeri harus diberi reward dan yang tidak harus diberi punish," kata dia.

Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kemenkop dan UKM, Emilia Suhaemi juga mengatakan, presiden yang akan datang diharapkan menyeleksi orang-orang untuk menjadi Duta Besar RI, dimana ia pun harus mempunyai pengatahuan dan niat untuk mengkampanyekan produk-produk dalam negeri, terutama produk koperasi dan UKM. "Yang perlu adalah pengatahuan dan niat untuk mengembangkan produk koperasi dan UKM. Ini menjadi faktor penting seseorang menjadi Dubes RI di mana pun," kata dia.

Emilia sangat senang ada satu capres RI, yang mempunyai program memajukan industri kreatif dan pasar tradisional. "Saya senang ada capres yang mempunyai program untuk memajukan industri kreatif. Kalau program itu dijalankan, Indonesia pasti maju ekonominya," kata dia tanpa menyebut nama capres yang dimaksud.

Pada Minggu (15/6), malam dalam acara debat capres, capres Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen kalau terpilih sebagai Presiden RI yang akan datang, maka ia berkomitmen untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia, minimal 7 persen. Untuk tujuan tersebut ia akan meningkatkan produk-produk koperasi dan UKM. Ia akan menjadikan para Dubes RI di mana pun menjadi tim yang mengkampanyekan produk-produk Indonesia, terutama produk Koperasi dan UKM. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wakapolri hingga Kapolda Metro Jaya Terima Bintang Jasa dari Prabowo

Wakapolri hingga Kapolda Metro Jaya Terima Bintang Jasa dari Prabowo

NASIONAL
Conor McGregor Incar Kursi Presiden Irlandia, Minta Dukungan Dewan

Conor McGregor Incar Kursi Presiden Irlandia, Minta Dukungan Dewan

INTERNASIONAL
Utang Negara Menumpuk, Presiden Ingin Bayar tetapi Tak Ada Dana

Utang Negara Menumpuk, Presiden Ingin Bayar tetapi Tak Ada Dana

EKONOMI
Isu Politik-Hukum Terkini: Presiden dan TNI Paling Dipercaya Publik

Isu Politik-Hukum Terkini: Presiden dan TNI Paling Dipercaya Publik

NASIONAL
Survei IPO: Presiden dan TNI Paling Dipercaya Publik

Survei IPO: Presiden dan TNI Paling Dipercaya Publik

NASIONAL
Survei Indikator: TNI dan Presiden Lembaga Paling Dipercaya Publik

Survei Indikator: TNI dan Presiden Lembaga Paling Dipercaya Publik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon