LPEI Raih Pinjaman Sindikasi US$ 788,5 Juta
Jumat, 20 Juni 2014 | 21:59 WIB
Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank meraih pinjaman sindikasi sebesar US$ 788,5 juta yang diperoleh dari 29 bank partisipan. Tenor pinjaman selama 370 hari dan tiga tahun (terdiri atas dua tranche).
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (20/6), pricing range pinjaman untuk tranche A adalah 90-95, dan tranche B 135-140. Salah satu aktivitas penting yang secara rutin dilakukan oleh Indonesia Eximbank dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pembiayaan ekspor adalah aktivitas penghimpunan dana, khususnya dana valuta asing (valas). Dalam konteks tersebut, Indonesia Eximbank dituntut untuk mampu meyakinkan para investor dan kreditor luar negeri untuk menginvestasikan dananya di Indonesia Eximbank, dengan syarat dan kondisi yang terbaik bagi Indonesia Eximbank.
Indonesia Eximbank melakukan beberapa cara untuk menghimpun dana, yaitu melalui pinjaman bilateral, pinjaman dari lembaga multilateral, penerbitan surat berharga valas dan pinjaman sindikasi. Khusus untuk pinjaman sindikasi, Indonesia Eximbank telah dikenal oleh pasar dengan keberhasilannya untuk menghimpun dana dalam jumlah signifikan dari tahun ke tahun.
Keberhasilan menghimpun dana pinjaman sindikasi sebesar US$ 788,5 juta tersebut sebenarnya adalah kelanjutan dari keberhasilan tahun-tahun sebelumnya.
Data menunjukkan, LPEI sebelumnya telah melakukan penandatanganan perjanjian sindikasi dalam rangka funding sebesar US$ 500 juta pada 29 Mei 2013, pada 6 November 2013 senilai US$ 120 juta, pinjaman sindikasi US$ 300 juta antara Indonesia Eximbank dengan sindikasi perbankan di Singapura dan Taiwan pada 15 Juli 2011, dan pinjaman dengan sindikasi bank Singapura senilai US$ 265 juta pada 18 Juni 2010.
Data menunjukkan, porsi sumber pendanaan dari pinjaman yang diterima LPEI tercatat sebesar 44,03% dari total sumber dana (termasuk ekuitas). Saldo pinjaman yang diterima per akhir tahun 2013 adalah sebesar Rp 20,07 triliun, naik 76,67% dibandingkan tahun 2012 yang sebesar Rp 11,36 triliun. Pos ini terdiri atas pinjaman dalam valuta rupiah berupa pinjaman antarbank Rp 1,60 triliun atau 7,97% dari total pinjaman, dan pinjaman dalam valuta asing berupa sindikasi maupun bilateral tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau 92,03% dari total pinjaman.
Pinjaman sindikasi yang diperoleh per akhir tahun 2013 tercatat sebesar Rp 11,11 triliun dengan jangka waktu antara 1-4 tahun. Seluruh pinjaman yang diterima terutama digunakan untuk membiayai kegiatan pembiayaan ekspor dan trade finance.
Prospek ekonomi global tahun 2014 diperkirakan akan membaik. Oleh karena itu, Indonesia Eximbank akan menghimpun dana dalam mata uang asing melalui penerbitan surat berharga dan pinjaman sindikasi. Hal ini guna menopang rencana ekspansi pembiayaan ekspor tahun 2014. Sementara itu, pengelolaan likuiditas termasuk pengelolaan dana-dana yang belum digunakan untuk kegiatan pembiayaan tetap dilakukan secara konservatif, di antaranya ditempatkan pada surat berharga pemerintah Indonesia dan penempatan pada bank-bank dengan tetap menjaga return secara optimal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




