Kuartal II, Pendapatan Emas dan Perak Tambang Martabe US$ 102 Juta
Selasa, 15 Juli 2014 | 11:21 WIB
Jakarta - Perusahaan yang tercatat di bursa Hong Kong, G-Resources Group Ltd menyatakan produksi emas tambang Martabe di Sumatera Utara pada kuartal II-2014 sebanyak 70.135 ounces, atau naik dari produksi emas kuartal I-2014 sebesar 64.802 ounce. Dengan demikan, produksi emas sepanjang semester I-2014 mencapai 134.937 ounces.
Untuk produksi perak, produksi di kuartal II-2014 mencapai 530.918 ounces atau naik dari produksi perak pada kuartal I-2014 sebesar 515.617 ounces, sekaligus dan menjadikan produksi perak sepanjang semester I-2014 mencapai 1.046.535 ounces.
"Pendapatan emas dan perak di kuartal II-2014 mencapai US$ 102 juta," kata CEO G-Resources Group Limited, Peter Albert di sela berbuka puasa bersama media di Jakarta, Senin (14/7).
Dia mengatakan, perolehan produksi emas kuartal dua sesuai target panduan produksi emas sepanjang tahun ini yang berkisar di angka 230.000 - 250.000 ounce. Sementara target produksi perak sepanjang tahun ini lebih dari 2 juta ounces.
Biaya tunai untuk emas All-in sustaining costs (AISC) di bawah panduan World Gold Council (WGC) adalah US$ 706 per ounces yang dijual pada kuartal dua 2014. Sementara secara tahun berjalan (year to date) sebesar US$ 695 per ounces.
Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 kilometer persegi, di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997. Lebih dari 2.500 orang saat ini bekerja di Tambang Emas Martabe. Sekitar 70 persen direkrut dari masyarakat di 14 desa yang berada di sekitar tambang.
Tambang ini telah memiliki sumber daya 8,1 juta ounces emas dan 73,8 juta ounce perak dan mulai berproduksi penuh pada awal 2013, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak berbiaya rendah.
Adapun pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




