Akhir Tahun Omzet Mamin Bisa Rp 655 T
Jumat, 9 Desember 2011 | 15:46 WIB
Omzet pada tahun 2010 sebesar Rp 607 triliun.
Industri makanan dan minuman di Indonesia diperkirakan tumbuh berkisar 7-8 persen hingga akhir tahun ini. Masih tingginya konsumsi masyarakat menjadi pemicu kenaikan tersebut.
"Pertumbuhan omzet industri sebesar 7-8 persen masih sesuai target awal asosiasi," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S.Lukman, di Jakarta, hari ini.
Menurut dia, dengan asumi pertumbuhan di level tersebut, omzet industri makanan dan minuman hingga akhir ini mencapai Rp 655 triliun. Sebagai gambaran, omzet pada tahun 2010 sebesar Rp 607 triliun
"Pada awalnya asosiasi menargetkan pertumbuhan minimal 5 persen dengan target optimis sekitar 13 persen, aklau 7-8 persen masih di jangkauan target kami," ujar Adhi.
Menurut dia, pertumbuhan industri makanan dan minuman didorong stabilnya harga komoditas setelah sempat meningkat di awal tahun. Kenaikan omzet juga tak lepas dari populasi Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa.
Besarnya potensi pasar tersebut menarik perhatian produsen makanan dan minuman khususnya asing, sehingga pasar Indonesia kebanjiran produk impor. "ini sebenarnya yang diwaspadai industri lokal, besarnya pasar Indonesia merupakan daya tarik bagi produk-produk impor," ujarnya.
Tantangan lain Adhi menambahkan, melemahnya kondisi perekonomian global yang berdampak pada masuknya produk-produk impor dari negara tetangga ke Indonesia yang tingkat konsumsinya tinggi.
Sebagai contoh, impor makanan dan minuman dari Malaysia yang mengalami lonjakan signifikan karena mereka mengalihkan pasarnya ke Indonesia. "Ketidakpastian kondisi perekonomian global juga membuat kami sulit memperkirakan tahun depan," tambahnya.
Berdasarkan data GAPMMI, makanan dan minuman impor dari Malaysia periode Januari-Oktober 2011 mencapai US$ 48,8 juta. Angka ini sudah melewati total impor makanan dan minuman dari Malaysia di tahun 2010 yang sebesar US$ 36,56 juta. Sementara secara keseluruhan, total makanan dan minuman impor hingga Oktober mencapai US$ 198 juta.
Industri makanan dan minuman di Indonesia diperkirakan tumbuh berkisar 7-8 persen hingga akhir tahun ini. Masih tingginya konsumsi masyarakat menjadi pemicu kenaikan tersebut.
"Pertumbuhan omzet industri sebesar 7-8 persen masih sesuai target awal asosiasi," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S.Lukman, di Jakarta, hari ini.
Menurut dia, dengan asumi pertumbuhan di level tersebut, omzet industri makanan dan minuman hingga akhir ini mencapai Rp 655 triliun. Sebagai gambaran, omzet pada tahun 2010 sebesar Rp 607 triliun
"Pada awalnya asosiasi menargetkan pertumbuhan minimal 5 persen dengan target optimis sekitar 13 persen, aklau 7-8 persen masih di jangkauan target kami," ujar Adhi.
Menurut dia, pertumbuhan industri makanan dan minuman didorong stabilnya harga komoditas setelah sempat meningkat di awal tahun. Kenaikan omzet juga tak lepas dari populasi Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa.
Besarnya potensi pasar tersebut menarik perhatian produsen makanan dan minuman khususnya asing, sehingga pasar Indonesia kebanjiran produk impor. "ini sebenarnya yang diwaspadai industri lokal, besarnya pasar Indonesia merupakan daya tarik bagi produk-produk impor," ujarnya.
Tantangan lain Adhi menambahkan, melemahnya kondisi perekonomian global yang berdampak pada masuknya produk-produk impor dari negara tetangga ke Indonesia yang tingkat konsumsinya tinggi.
Sebagai contoh, impor makanan dan minuman dari Malaysia yang mengalami lonjakan signifikan karena mereka mengalihkan pasarnya ke Indonesia. "Ketidakpastian kondisi perekonomian global juga membuat kami sulit memperkirakan tahun depan," tambahnya.
Berdasarkan data GAPMMI, makanan dan minuman impor dari Malaysia periode Januari-Oktober 2011 mencapai US$ 48,8 juta. Angka ini sudah melewati total impor makanan dan minuman dari Malaysia di tahun 2010 yang sebesar US$ 36,56 juta. Sementara secara keseluruhan, total makanan dan minuman impor hingga Oktober mencapai US$ 198 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




