ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Emas Mengalami Downtrend

Selasa, 13 Desember 2011 | 07:12 WIB
MA
B
Penulis: Muihammad Aulia | Editor: B1
Penjual emas menunjukan Logam Mulia 50 gram di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta (19/8). Harga emas batangan di dalam negeri kembali melonjak, Divisi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual harga emas batangan dengan harga tertinggi hingga Rp 552.000 per gram. Sementara itu Lampung Barat menawarkan investasi tambang emas di wilayahnya
Penjual emas menunjukan Logam Mulia 50 gram di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta (19/8). Harga emas batangan di dalam negeri kembali melonjak, Divisi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual harga emas batangan dengan harga tertinggi hingga Rp 552.000 per gram. Sementara itu Lampung Barat menawarkan investasi tambang emas di wilayahnya (Antara)
Harga emas tercatat turun sekitar 3 persen, mencatat koreksi harian terbesarnya selama hampir 3 bulan terakhir

Kelebihan pasokan emas akibat pinjaman oleh bank-bank Eropa dengan imbalan dollar Amerika Serika telah mendorong permintaan akan kontrak emas ke level terendah selama lebih dari 10 tahun.

Sementara pada perdagangan Senin (12/12), harga emas tercatat turun sekitar 3 persen, mencatat koreksi harian terbesarnya selama hampir 3 bulan terakhir.

"Hal ini menyusul keraguan terhadap kesepakatan integrasi ekonomi Eropa, dimana telah memicu technical breakdown," tutur Nico Omer Jonckheere Vice President Research Valbury Asia Securities dalam riset hariannya Selasa (13/12).

Koreksi itu juga sempat mengecilkan pelemahan di pasar ekuitas dan komoditas, meskipun KTT Eropa gagal untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Secara teknikal, indikasi berlanjutnya downtrend harga emas diperkirakan akan berlanjut.Level support harga emas diprediksikan berada di sekitar areal MA-200 di US$ 1.615 per troy once.

Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Februari turun US$ 48,60 ke angka US$ 1.668,20 per troy once, perak turun 3,4 persen ke posisi US$ 31,10 per troy once.

"Situasi di Eropa yang banyak dikatakan kalangan pasar masih terkendali telah mendorong harga emas keluar dari status safe havennya," lanjut Nico.

Namun demikian, minat investor terhadap emas masih akan berlanjut. Itu terlihat dari kepemilikan emas pada The Largest Gold-Backed Exchange Traded Product yang naik hampir 1,2 juta once pada bulan lalu.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon