Harga Emas Mengalami Downtrend
Selasa, 13 Desember 2011 | 07:12 WIB
Harga emas tercatat turun sekitar 3 persen, mencatat koreksi harian terbesarnya selama hampir 3 bulan terakhir
Kelebihan pasokan emas akibat pinjaman oleh bank-bank Eropa dengan imbalan dollar Amerika Serika telah mendorong permintaan akan kontrak emas ke level terendah selama lebih dari 10 tahun.
Sementara pada perdagangan Senin (12/12), harga emas tercatat turun sekitar 3 persen, mencatat koreksi harian terbesarnya selama hampir 3 bulan terakhir.
"Hal ini menyusul keraguan terhadap kesepakatan integrasi ekonomi Eropa, dimana telah memicu technical breakdown," tutur Nico Omer Jonckheere Vice President Research Valbury Asia Securities dalam riset hariannya Selasa (13/12).
Koreksi itu juga sempat mengecilkan pelemahan di pasar ekuitas dan komoditas, meskipun KTT Eropa gagal untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Secara teknikal, indikasi berlanjutnya downtrend harga emas diperkirakan akan berlanjut.Level support harga emas diprediksikan berada di sekitar areal MA-200 di US$ 1.615 per troy once.
Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Februari turun US$ 48,60 ke angka US$ 1.668,20 per troy once, perak turun 3,4 persen ke posisi US$ 31,10 per troy once.
"Situasi di Eropa yang banyak dikatakan kalangan pasar masih terkendali telah mendorong harga emas keluar dari status safe havennya," lanjut Nico.
Namun demikian, minat investor terhadap emas masih akan berlanjut. Itu terlihat dari kepemilikan emas pada The Largest Gold-Backed Exchange Traded Product yang naik hampir 1,2 juta once pada bulan lalu.
Kelebihan pasokan emas akibat pinjaman oleh bank-bank Eropa dengan imbalan dollar Amerika Serika telah mendorong permintaan akan kontrak emas ke level terendah selama lebih dari 10 tahun.
Sementara pada perdagangan Senin (12/12), harga emas tercatat turun sekitar 3 persen, mencatat koreksi harian terbesarnya selama hampir 3 bulan terakhir.
"Hal ini menyusul keraguan terhadap kesepakatan integrasi ekonomi Eropa, dimana telah memicu technical breakdown," tutur Nico Omer Jonckheere Vice President Research Valbury Asia Securities dalam riset hariannya Selasa (13/12).
Koreksi itu juga sempat mengecilkan pelemahan di pasar ekuitas dan komoditas, meskipun KTT Eropa gagal untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Secara teknikal, indikasi berlanjutnya downtrend harga emas diperkirakan akan berlanjut.Level support harga emas diprediksikan berada di sekitar areal MA-200 di US$ 1.615 per troy once.
Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Februari turun US$ 48,60 ke angka US$ 1.668,20 per troy once, perak turun 3,4 persen ke posisi US$ 31,10 per troy once.
"Situasi di Eropa yang banyak dikatakan kalangan pasar masih terkendali telah mendorong harga emas keluar dari status safe havennya," lanjut Nico.
Namun demikian, minat investor terhadap emas masih akan berlanjut. Itu terlihat dari kepemilikan emas pada The Largest Gold-Backed Exchange Traded Product yang naik hampir 1,2 juta once pada bulan lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




