Banten Kembangkan Karet Jadi Komoditas Unggulan
Minggu, 21 September 2014 | 11:56 WIBSerang - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten mengembangkan tanaman karet menjadi komoditas unggulan karena terbukti mampu menumbuhkan perekonomian pedesaan dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
"Kami terus meningkatkan produksi karet karena permintaan pasar domestik dan mancanegara cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten Suyitno di Serang, Minggu (21/9).
Pengembangan perkebunan karet terbesar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan produksi sebanyak 8.472 ton dari luas 19.368 hektare dan rata-rata produktivitas 995 kilogram per hektare.
Kehadiran perkebunan rakyat tersebut bisa menyerap lapangan pekerjaan sebanyak 2.959 pekerja.
Selama ini, pemasaran produksi karet itu dipasok ke Tangerang, Jakarta dan Bandung untuk dijadikan bahan ban kendaraan.
Selain itu, juga dipasok ke beberapa daerah di Pulau Sumatera untuk ekspor ke luar negeri.
Pemerintah Provinsi Banten terus mengembangkan perkebunan karet dengan sosialisasi dan bantuan benih unggul pada kelompok-kelompok petani.
Kepala Dishutbun Kabupaten Lebak, Kosim Ansori mengatakan, saat ini permintaan komoditi karet cukup tinggi dengan harga getah di pasaran sekitar Rp 10.000 per kilogram dan sheep Rp 25.000 per kilogram.
Saat ini, luas perkebunan karet milik rakyat di Kabupaten Lebak tercatat 15.126 hektare dengan produksi 6.220 ton per tahun.
"Kami berharap petani terus memanfaatkan lahanya untuk dikembangkan perkebunan karet guna mendongkrak ekonomi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah petani karet di Kecamatan Gunungkencana mengaku, saat ini produktivitas karet di daerah itu meningkat karena tiga tahun lalu dilakukan peremajaan.
"Kami saat ini bisa menjual getah karet berbentuk lump mencapai 20 sampai 30 ton per hektare," kata Ujang, petani karet asal Gunungkencana Kabupaten Lebak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




