ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Soal Jembatan Kertanegara, Pendapatan ARII Berpotensi Tertekan

Selasa, 13 Desember 2011 | 13:07 WIB
MM
B
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: B1
Tongkang batubara
Tongkang batubara (Antara)
Perseroan berharap pertengahan bulan ini lalu lintas transportasi bisa dibuka kembali.

Produsen batubara PT Atlas Resources Tbk (ARII) mulai khawatir pengiriman batubara kepada para konsumennya akan terganggu menyusul belum ada kejelasan dibukanya kembali lalu lintas di sungai Mahakam, Kalimantan Timur paska robohnya jembatan Kertanegara.

Perseroan berharap pertengahan bulan ini lalu lintas transportasi bisa dibuka kembali.

"Ditutupnya lalu lintas sungai Mahakam menghalangi perseroan melakukan pengangkutan batubara, padahal pengiriman batubara untuk Desember sudah siap " kata Direktur Atlas Aulia Setiadi dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini.

Dia mengatakan, perseroan memiliki anak usaha PT Diva Kencana Borneo yang memilki izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan pemeriksaan dan lalu lintas sungai belum dibuka untuk umum. 

Jika penutupan terus berlarut, maka akan mempengaruhi penjualan perseroan pada tahun ini, khususnya penjualan Desember. Sayangnya Aulia tidak membeberkan lebih lanjut mengenai potensi penurunan tersebut.

"Apabila operasi logistik pengangkutan batubara ke tongkang tidak dapat dimulai kembali hingga pertengahan bulan ini, maka berdampak signifikan pada kinerja," kata Aulia.

Selain IUP Diva Kencana Borneo, produksi batubara Altas dilakukan di dua wilayah IUP lainnya, yaitu Berau Bara Energi, dan Hanson Energy Martapura. IUP itu meliputi area Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Papua.

Pada 2011, produksi batubara Atlas diperkirakan mencapai 1,4 juta ton. Dari situ, pengelola 14 IUP batubara ini menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun.

Luas wilayah pertambangan Altas mencapai 185.000 hektar, dengan cadangan batubara sebesar 83,5 juta ton dan sumber daya batubara 330,7 juta ton.

Hingga pukul 12.00 JATS, saham ARII sepi transaksi stagnan di level Rp 1.420.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon