ESDM: Produksi Freeport Belum Kembali Normal
Rabu, 5 November 2014 | 14:40 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, produksi PT Freeport Indonesia belum optimal atau berjalan sekitar 70 persen. Hal ini disebabkan lantaran masih ada pekerja tambang yang memilih merumahkan diri.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar, mengatakan, sekitar 1.000 pekerja tambang tidak melakukan mogok tapi merumahkan diri. "Berdasarkan laporan dari Freeport, produksi mereka belum nomal, masih sekitar 70 persen," kata Sukhyar, di Jakarta, Rabu (5/11).
Sukhyar menuturkan, aksi 1.000 pekerja itu berbeda dengan keputusan serikat pekerja untuk melakukan aksi mogok pada 6 November hingga 6 Desember 2014. Pasalnya, aksi mogok selama satu bulan itu telah dibatalkan karena tercapainya kesepakatan antara serikat pekerja dan manajemen Freeport.
Dia bilang, kesepakatan yang tercapai itu yakni kedua belah pihak membentuk tim evaluasi yang akan menilai kinerja manajemen serta pekerja Freeport.
"Hasil evaluasi itu disampaikan ke pemilik saham pada pekan ini. Mereka yang akan putuskan," ujarnya.
Sebelumnya, aksi mogok pekerja Freeport dipicu oleh serangkaian insiden di lingkungan Freeport yang menyebabkan sejumlah korban tewas dan cidera. Namun belum jelas siapa yang bertanggung jawab dan dikenakan sanksi secara hukum.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




