ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SPSI Nilai Belum Siap Hadapi MEA

Senin, 10 November 2014 | 19:51 WIB
MN
JS
Penulis: Mikael Niman | Editor: JAS
Ilustrasi buruh
Ilustrasi buruh (Antara)

Bekasi - Ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menolak pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan pada Desember 2015 mendatang.

Alasannya, pelaksanaan MEA akan menjadi blunder dan menjerumuskan bangsa pada penderitaan yang lebih mendalam.

"Bila MEA diberlakukan, pekerja kita akan terkena imbasnya. Pekerja-pekerja di Indonesia juga akan dikuasai bangsa asing. Dibukanya, liberalisasi ketenagakerjaan dapat menjadi jurang pembantaian terstruktur bagi rakyat Indonesia yang sebagian besar angkatan kerjanya berpendidikan di bawah SMP. Sementara, negara ASEAN rata-rata pendidikan angkatan kerjanya lulusan SMA, hingga perguruan tinggi," ujar Ketua DPC SPSI Bekasi, R Abdullah, Senin (10/11).

Menurut dia, dampak paling nyata nantinya, maraknya dokter dari Singapura akan mengisi rumah sakit yang ada di Indonesia. Konsultan dan insinyur dari negara ASEAN akan memegang peran penting dalam industri di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Penjarahan ekonomi dipastikan akan terjadi, karena SDM dan sumber daya alam yang rendah. Masyarakat petani, nelayan dan nasib pekerja Indonesia akan semakin sulit dan terpinggirkan, mereka akan menjadi penonton di negeri sendiri," ujar dia.

Menurut dia, segera pemerintah melakukan sosialisasi dan mempersiapkan SDM tenaga kerja. "Tanpa adanya upaya tersebut jelas tenaga kerja ataupun produk dalam negeri, akan kalah bersaing dengan negara ASEAN," ungkapnya.

Dia melanjutkan, apabila MEA diberlakukan akan berhadapan dan bersaing negara ASEAN. Tentunya, menjadi persaingan yang sangat berat apalagi tanpa persiapan memadai," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon