Toyota Patok Penjualan Lampaui Sebelum Krisis 1998
Kamis, 22 Desember 2011 | 13:08 WIB
Produksi global difokuskan pasar negara berkembang.
Produsen mobil asal Jepang, Toyota Motor Corp menargetkan pertumbuhan penjualan secara global sebesar 20 persen pada 2012 mencapai 8,480 juta unit.
Dampak bencana gempa dan tsunami pada Maret lalu yang sempat mengganggu produksi dinilai sudah normal.
"Kami berharap dapat meningkatkan produksi global dengan memfokuskan pasar negara berkembang," kata manajemen Toyota, hari ini.
Bahkan, manajemen optimis, produsen kendaraan Prius dan Lexus ini bisa naik lebih tinggi mencapai 8,980 juta pada 2013.
Sementara pada 2011, manajemen menyatakan, di saat kondisi ekonomi global bergejolak, penjualan Toyota di Jepang anjlok 19 persen di seluruh segmen usaha, termasuk anak usaha yakni Daihatsu dan Hino yang berada di bawah merek Toyota. "Sementara penjualan di seluruh dunia pada tahun ini diperkirakan turun 6 persen," kata perusahaan itu.
Juru bicara Toyota Amiko Tomita mengatakan, target produksi global pada 2012 merupakan salah satu target optimistis perseroan. Jika terealisasi, angka itu melewati rekor penjualan sebelum krisis 2007 yang mencapai 8,530 juta unit.
Meski demikian, kata Amiko, target 2007 sangat berbeda dengan target 2012. Pasalnya, Toyota akan lebih fokus mengembangkan pasar negara berkembang. Berbeda dengan sebelum krisis yang memfokus Jepang, Amerika Utara dan Eropa.
Pada 2011, produksi Toyota terganggu akibat gempa dan tsunami Maret lalu di Jepang. Akibat bencana ini, Toyota sempat memindahkan basis produksinya ke Thailand. Sayangnya, pemindahan ini juga sempat tekendala karena banjir besar di Thailand.
Produsen mobil asal Jepang, Toyota Motor Corp menargetkan pertumbuhan penjualan secara global sebesar 20 persen pada 2012 mencapai 8,480 juta unit.
Dampak bencana gempa dan tsunami pada Maret lalu yang sempat mengganggu produksi dinilai sudah normal.
"Kami berharap dapat meningkatkan produksi global dengan memfokuskan pasar negara berkembang," kata manajemen Toyota, hari ini.
Bahkan, manajemen optimis, produsen kendaraan Prius dan Lexus ini bisa naik lebih tinggi mencapai 8,980 juta pada 2013.
Sementara pada 2011, manajemen menyatakan, di saat kondisi ekonomi global bergejolak, penjualan Toyota di Jepang anjlok 19 persen di seluruh segmen usaha, termasuk anak usaha yakni Daihatsu dan Hino yang berada di bawah merek Toyota. "Sementara penjualan di seluruh dunia pada tahun ini diperkirakan turun 6 persen," kata perusahaan itu.
Juru bicara Toyota Amiko Tomita mengatakan, target produksi global pada 2012 merupakan salah satu target optimistis perseroan. Jika terealisasi, angka itu melewati rekor penjualan sebelum krisis 2007 yang mencapai 8,530 juta unit.
Meski demikian, kata Amiko, target 2007 sangat berbeda dengan target 2012. Pasalnya, Toyota akan lebih fokus mengembangkan pasar negara berkembang. Berbeda dengan sebelum krisis yang memfokus Jepang, Amerika Utara dan Eropa.
Pada 2011, produksi Toyota terganggu akibat gempa dan tsunami Maret lalu di Jepang. Akibat bencana ini, Toyota sempat memindahkan basis produksinya ke Thailand. Sayangnya, pemindahan ini juga sempat tekendala karena banjir besar di Thailand.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




