CEO Talks: Tingkat Hunian di Bawah 40%, Lampu Merah Bagi Hotel
Kamis, 20 November 2014 | 02:25 WIB
Jakarta – Program CEO Talks kali ini menghadirkan Intan Abdams Katoppo, perempuan energik yang memimpin usaha 18 hotel berbintang yang sangat sehat, dan beberapa di antaranya memiliki lebih dari 200 kamar.
CEO PT Hotel Indonesia Natour ini bersedia berbagi strateginya dalam mengelola industri perhotelan yang praktis sudah jenuh persaingannya dan sangat ditentukan oleh banyak faktor dari keamanan, politik, daya beli sampai musim liburan.
Salah satunya adalah membagi antara divisi Property Management dengan Hotel Operator Management agar lebih bersinergi menghasilkan value, kata Intan.
"Kami juga membagi antara resort management (pengelolaan hotel wisata) dengan city hotel management, karena memiliki kompetensi yang berbeda," kata Intan dalam program yang disiarkan Beritasatu TV Rabu (19/11) malam, bersama host Primus Dorimulu.
Cara mengukur kinerja hotel tentu dengan melihat tingkat hunian atau occupancy rate.
"Di bawah 40% terus menerus itu sudah tanda-tanda merah. Di atas 50% sudah mulai aman," ujarnya, sembari menambahkan bahwa Inna Hotel Group secara rata-rata memiliki tingkat hunian 60%-65%.
Untuk hotel Grand Inna Kuta dengan 322 kamar sekarang okupansinya sudah di atas 80%.
Uniknya, menurut Intan, occupancy rate tertinggi justru dinikmati hotel Inna Group yang ada di Yogyakarta, bukan Bali.
Dengan total sekitar 2.500 kamar, segmen bervariasi antara business travelers dan wisatawan, serta kelas yang berbeda dari bintang satu sampai bintang lima, tentu bukan bisnis yang mudah untuk dipimpin.
Simak lebih jauh kiat Intan dalam memimpin perusahaannya di rekaman lengkap CEO Talks bersama Intan, tersedia di laman YouTube Beritasatu TV.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




