ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gapmmi: Pertumbuhan Industri Mamin Hanya 5%

Kamis, 20 November 2014 | 03:19 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Makanan siap saji.
Makanan siap saji.

Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) hanya akan berada pada kisaran lima persen atau di bawah target yang ditentukan sebesar enam persen.

"Di Industri makanan minuman, dari prediksi sebelumnya pertumbuhan enam persen, kira-kira mungkin lima persen pertumbuhannya," kata Sekretaris Jenderal Gapmmi, Franky Sibarani, seusai menghadiri EU-Indonesia Business Dialogue, di Jakarta, Rabu (19/11).

Franky mengatakan, sulitnya untuk mencapai target pertumbuhan hingga akhir tahun nanti disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah akibat kenaikan harga BBM subsidi, kenaikan suku bunga acuan (BI rate), pelemahan rupiah, kenaikan tarif listrik, dan upah minimum pekerja.

"Sementara untuk tahun depan, kita harapkan dengan adanya alokasi anggaran yang lebih besar untuk infrastruktur, maka berarti akan lebih banyak mendorong kesempatan kerja," ujar Franky.

ADVERTISEMENT

Franky menambahkan, pihaknya mengharapkan untuk pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tahun 2015 mendatang bisa berada pada kisaran enam sampai tujuh persen yang didorong dengan adanya alokasi lebih besar untuk pembangunan infrastruktur dari hasil pengalihan subsidi energi ke sektor yang lebih produktif.

"Tahun depan itu kita harapkan pertumbuhannya sekitar 6-7 persen untuk industri makanan dan minuman," kata Franky.

Sementara harga produk mamin pada tahun 2015, lanjut Franky, diperkirakan mengalami kenaikan lima persen atau paling maksimal 10 persen, dan bukan hanya dikarenakan faktoe kenaikan harga BBM bersubsidi yang diputuskan oleh pemerintah pada pekan lalu.

"Jadi kenaikan itu dalam prediksi sekitar lima persen mungkin ada beberapa yang maksimum itu sampai 10 persen. Tetapi sekali lagi, kenaikan harga makanan dan minuman di awal Januari 2015 itu bukan karena BBM," ujar Franky.

Pada tahun 2013 lalu, industri mamin hanya tumbuh sekitar lima persen saja, yang artinya, realisasi pertumbuhan industri sektor tersebut meleset dari proyeksi awal yang diperkirakan dapat mencapai angka tujuh persen.

Melesetnya target pertumbuhan 2013 lantaran kenaikan harga pangan, dan melemahnya ekspor yang juga berperan dalam menekan pertumbuhan sektor industri mamin nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon