ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Produksi Jagung di Bali Turun 24 Persen

Sabtu, 29 November 2014 | 13:51 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Seorang petani memisahkan kulit jagung hasil panennya di Desa Pallawarukka, Wajo, Sulsel.
Seorang petani memisahkan kulit jagung hasil panennya di Desa Pallawarukka, Wajo, Sulsel. (Antara/Sahrul Manda Tikupadang)

Denpasar - Produksi jagung di Bali tahun ini diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 14.276 ton pipil kering atau 24,80 persen akibat berkurangnya luas panen dan musim kemarau.

"Luas tanaman jagung diperkirakan berkurang 1.696 hektare atau 9,30 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panasunan Siregar di Denpasar, Sabtu (29/11).

Ia mengatakan, menurunnya produksi jagung tersebut juga sebagai pengaruh dari menurunnya produktivitas sebesar 17,07 persen atau turun 5,39 kuintal per hektare.

Panasunan menambahkan, berkurangnya luas tanaman jagung juga sebagai dampak dari semakin bergairahnya petani mengembangkan tanaman hortikultura seperti tanaman jeruk dan cabai di Kabupaten Bangli dan Gianyar.

ADVERTISEMENT

Hal yang tidak kalah penting lainnya, petani jagung memanen tanamannya pada buah muda untuk jagung rebus dan jagung bakar untuk konsumen di objek-objek wisata maupun pantai di Bali.

Petani jagung yang khusus melakukan panen muda kebanyakan di Kabupaten Klungkung, Badung dan Kota Denpasar.

Realisasi pada subround I periode Januari-April 2014 mencapai 32.994 ton pipilan kering, turun sebesar 12.221 ton atau 27,09 persen dibandingkan produksi pada subround yang sama tahun 2013.

Sedangkan, produksi pada subround II 2014 (Mei-Agustus) menurun sebesar 2.751 ton (51,20 persen) dibandingkan dengan subround III (September-Desember) 2014 yang diperkirakan masih akan mengalami peningkatan sebesar 9,81 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon