Indonesia Eximbank Targetkan Pembiayaan 2015 Rp 65 T
Kamis, 8 Januari 2015 | 17:31 WIB
Jakarta - Sampai akhir tahun 2015, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 62-65 triliun naik sekitar 23 persen dari tahun lalu.
Sampai akhir tahun lalu, perseroan membukukan pembiayaan sekitar Rp 50 triliun dan porsi portofolio pembiayaan dolar sebesar 58 persen.
Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Ngalim Sawega optimistis dapat mencapai target tersebut. Pasalnya, kepercayaan terhadap industri juga masih bagus dan potensi bisnis perusahaan pembiayaan di Indonesia juga masih sangat banyak.
"Istilahnya, kue di Indonesia masih banyak. Kami bisa masuk ke pembiayaan yang tidak dimasuki bank atau mungkin melakukan sindikasi pembiayaan dengan perbankan nasional. Karena itu, target pembiayaan kami sampai akhir tahun ini tumbuh sekitar 20 persen atau menjadi Rp 62-65 triliun," ujar dia.
Untuk mencapai target tersebut, Eximbank berencana menerbitkan obligasi dengan nilai total Rp 8 triliun tahun ini.
Sampai akhir tahun 2014, aset yang dimiliki perseroan sebesar Rp 60 triliun dan ditargetkan akan tumbuh menjadi sekitar Rp 72 triliun tahun ini. Sedangkan menurut Ngalim, untuk modal Indonesia Eximbank sampai Desember 2014 itu sekitar Rp 10 triliun.
"Kami baru mendapatkan penambahan modal dari pemerintah pada 30 Desember lalu yang sebesar Rp 1 triliun," papar dia
Pada tahun ini, ungkap Ngalim, pemerintah berencana kembali memberikan tambahan modal. "Tahun kemarin kami dapat tambahan modal di akhir tahun, tetapi kalau 2015 ini perseroan dapat di awal semester II tentu pembiayaan kami bisa lebih gede lagi," ujar dia.
Portofolio penyaluran pembiayaan perseroan tahun lalu, ungkap Ngalim, sebesar 58 persen adalah dolar dan sisa 42 persen itu rupiah. Seperti halnya portofolio, menurut dia, pendanaan yang diperoleh Indonesia Eximbank juga lebih banyak yang berbentuk dolar. Namun, ia menegaskan, portofolio pembiayaan 58 persen di dolar itu bisa tumbuh atau berkurang sejalan dengan situasi tahun 2015.
"Tetapi, selama ini kami memang lebih banyak pembiayaan di dolar dan sejalan dengan pendanaan. Kami menggunakan manajemen lindung nilai alami (natural hedging). Sebab, harus matching sehingga terhindar dari risiko kurs," jelas dia.
Pembiayaan yang ditangani Indonesia Eximbank, ujar Ngalim, masih berkisar pada bisnis pembiayaan ekspor. Walaupun ia mengakui, untuk bisnis substitusi impor ada, namun jarang dan kecil sekali portofolionya. "Pasalnya, fokus pembiayaan yang kami tangani memang ekspor," ujar dia.
Menurut Ngalim, bisnis perseroan sudah merambah ke berbagai negara. Misalnya itu, Jepang, Eropa, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika Latin. "Kami selalu terbuka untuk menambah rekan kerja sama. Karena Indonesia Eximbank ingin selalu maju," tutur dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




