ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Holcim Akan Turunkan Harga Semen

Rabu, 21 Januari 2015 | 17:08 WIB
YW
B
Penulis: Yosi Winosa | Editor: B1
Ilustrasi semen.
Ilustrasi semen. (ANTARA/Rosa Panggabean/Rosa Panggabean)

Jakarta - PT Holcim berencana melakukan penyesuaian harga jual semennya menyusul penurunan harga semen yang dilakukan pemerintah mulai senin lalu sebesar Rp 3.000 per sak.

Finance Director Holcim Indonesia Kent Carson mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan sesuai arahan pemerintah dan menyesuaikan harga.

"Kami akan menyesuaikan harga kam dan terus meninjau area-area penghematan lain untuk membantu meringankan dampak penurunan harga dan mengantisipasi terbukanya berbagai pembangunan infrastruktur sebagai akibat dari penurunan harga ini," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (21/1).

Lebih lanjut, Ia menilai besar produsen semen dan sektor konstruksi telah terpengaruh dengan keterlambatan realisasi investasi infastruktur utama dan proyek komersil tahun lalu akibat proses pemilihan umum yang memakan waktu dan dampak ekonomi dari harga komoditas yang melemah.

ADVERTISEMENT

Namun demikian ia berharap penurunan harga semen oleh pemerintah kali ini akan dapat menstimulasi percepatan pembangunan proyek yang sedang berlangsung dan realisasi proyek- proyek baru ke depan.

Melihat kedepan Carson berbagi berpandangan positif tentang posisi Holcim yang tidak berubah secara mendasar. Perusahaan diyakini akan tetap menjadi yang terdepan dalam sektor konstruksi, perumahan dan infrastruktur.

"Tidak hanya berkat brand dan inovasi kami, namun aset berkembang yang baru termasuk Pabrik Tuban dan terminal semen di lampung juga akan berkontribusi besar ke depan," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengambil alih kewenangan direksi PT Semen Indonesia Tbk (Persero) mengumumkan harga jual semen produksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut turun sebesar Rp 3.000 per sak mulai senin (18/1), dilatarbelakangi penurunan harga minyak dunia.

Dengan demikian, harga di end user turun dari Rp 54.000 hingga Rp 56.000 per sak menjadi Rp 51.000 – Rp 53.000 per sak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon