Januari, Penjualan Semen Anjlok Jadi 4,5 Juta Ton
Rabu, 11 Februari 2015 | 04:05 WIB
Jakarta - Penjualan semen pada Januari 2015 turun 2,9 persen menjadi 4,5 juta ton dibanding bulan sama 2014. Penurunan penjualan tersebut terjadi di hampir semua pulau besar di Indonesia.
"Hal itu kemungkinan terjadi karena tingginya intensitas hujan, serta harga-harga komoditas pertambangan dan perkebunan belum menggeliat," kata Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso di Jakarta, Selasa (10/2).
Widodo memaparkan, penurunan terparah terjadi di pulau Kalimantan. Sepanjang bulan lalu, penjualan semen di pulau tersebut turun hingga 12,8 persen dibanding Januari 2014 menjadi 327 ribu ton. Penurunan penjualan cukup besar juga terjadi di pulau Sumatera yang sebesar 9,6 persen menjadi 924 ribu ton.
"Di Bali dan Nusa Tenggara, penjualan semen turun 4,6 persen menjadi 245 ribu ton, disusul Sulawesi yang merosot 4,1 persen menjadi 334 ribu ton. Adapun di pulau Jawa, penjualan semen stagnan di posisi 2,55 juta ton," jelas Widodo.
Dia melanjutkan, kenaikan penjualan hanya terjadi di Maluku dan Papua. Sepanjang Januari 2015, penjualan semen di wilayah tersebut naik 42,5 persen menjadi 125 ribu ton.
Widodo memperkirakan, penjualan semen masih sama pada Februari 2015. "Jika pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pertengahan Maret mendatang, ada potens penjualan semen meningkat," ujar dia.
Sementara itu, sejumlah produsen semen dalam negeri berencana menambah kapasitas produksi tahun ini. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 6 triliun tahun ini untuk mendanai ekspansi pabrik di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatera Barat). Perusahaan pelat merah ini menargetkan mampu mencapai produksi 31 juta ton semen pada 2015.
Sementara itu, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) juga berniat meningkatkan kapasitas produksi menjadi 3,85 juta ton hingga 2017. Peningkatan kapasitas produksi ini akan dilakukan secara bertahap baik melalui ekspansi pabrik yang sudah ada maupun dengan penambahan pabrik baru.
"Kami terus berupaya meningkatkan produksi semen untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Kapasitas produksi terpasang pabrik secara bertahap akan ditingkatkan dari 1,2 juta ton, kemudian 2 juta ton, dan menjadi 3,85 juta ton per tahun," kata Kepala Bagian Humas Semen Baturaja Sahadi.
Sahadi menjelaskan, peningkatan kapasitas pabrik akan dilakukan di pabrik Baturaja, Kabupaten OKU, Palembang, dan pabrik di Panjang, Lampung, serta membangun pabrik baru Baturaja II. "Pabrik Baturaja II segera dibangun tahun ini," ujar dia.
Menurut dia, proyek ini dikerjakan selama beberapa tahun (multiyears), mulai 2015 hingga kuarta I-2017. Pabrik semen baru ini akan memiliki kapasitas produksi 1,85 juta ton per tahun dan membutuhkan investasi senilai Rp 3,2 triliun.
Tahun lalu, penjualan semen domestik mencapai 59,9 juta ton, tumbuh 3,3 persen dari 2013. Jumlah itu di bawah target pertumbuhan yang dipatok Asosiasi Semen Indonesia (ASI) sebesar 3,5-4 persen.
Awalnya, ASI mematok target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 6 persen menjadi 61,5 juta ton. Namun, berlangsungnya pemilu legislatif dan eksekutif serta pelemahan harga komoditas menggerus pertumbuhan penjualan. Alhasil, November 2014, ASI menurunkan target pertumbuhan penjualan menjadi 3,5-4 persen.
Trimegah Securities dalam laporan risetnya mencatat, penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tahun lalu naik 3,1 persen menjadi 18,2 juta ton atau sesuai proyeksi Trimegah. Sementara itu, penjualan Semen Indonesia tumbuh 2,8 persen menjadi 26,2 juta ton atau sesuai target.
Selanjutnya, penjualan Semen Baturaja turun 0,2 persen menjadi 1,3 juta ton. Penjualan Semen Baturaja hanya mencapai 85 persen dari proyeksi Trimegah sebanyak 1,5 juta ton. Penyebabnya adalah perawatan sementara yang dilakukan perseroan.
Trimegah memperkirakan penjualan Semen Indonesia dan Indocement tahun ini tumbuh 6 persen, didorong tambahan kapasitas produksi terpasang. Kapasitas produksi Indocement bertambah 1,9 juta ton, seiring beroperasinya pabrik 13 di Citereup, Jawa Barat, sedangkan Semen Indonesia bertambah 1,8 juta ton.
"Kami meninjau ulang target penjualan Semen Baturaja tahun ini sebanyak 1,8 juta ton," tulis Trimegah
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




