2014, Neraca Pembayaran Indonesia Catat Surplus US$ 15,2 M
Jumat, 13 Februari 2015 | 09:26 WIB
Jakarta - Berbanding terbalik dibandingkan kondisi 2013 lalu yang mencatatkan defisit sebesar US$ 7,3 miliar, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2014, berhasil mencatatkan surplus sebesar US$ 15,2 miliar.
Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia, Hendy Sulistyowati menuturkan, pada kuartal keempat tahun ini, neraca pembayaran Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 2,4 miliar.
Surplus tersebut, kata dia, terutama didorong oleh penurunan defisit transaksi berjalan menjadi 2,81 persen terhadap PDB atau sebesar US$6,18 miliar dan surplus pada transaksi modal dan finansial yang cukup besar yakni sebesa US$7,8 miliar.
"Secara keseluruhan tahun lalu, surplus NPI sebesar US$ 15,2 miliar, tahun 2013 itu defisit US$ 7,3 miliar. Jadi tahun lalu kondisinya jauh lebih baik," ujar Hendy di Jakarta, Jumat (13/2).
Hendy menjelaskan pada tahun lalu, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar US$ 26,23 miliar atau 2,95 persen terhadap PDB atau menurun dari posisi 2013 lalu sebesar US$ 29,11 miliar atau 3,18 persen terhadap PDB.
Sedangkan transaksi modal dan finansial pada tahun lalu tercatat sebesar US$43,59 miliar meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2013 lalu sebesar US$ 22 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




