Pekan Depan, Harga Emas Cenderung Turun
Minggu, 8 Januari 2012 | 07:53 WIB
Pada satu minggu kedepan, harga emas diperkirakan masih akan volatile dengan potensi anjlok mengingat krisis utang Eropa juga masih menjadi tekanan hebat bagi komoditas emas
Harga emas sepekan kedepan diprediksi akan fluktuatif mengikuti rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), dengan kecenderungan melemah karena euro tertekan mendekati level terendahnya dalam 16 bulan terakhir terhadap dollar AS.
"Karena penguatan dollar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor non AS, meskipun analogi keduanya telah pecah atau berbalik dalam fakta sepekan terakhir," tutur Nico Omer Jonckheere Vice President Research Valbury Asia Securities, dalam risetnya, hari ini.
Oleh karena itu, pada satu minggu kedepan, harga emas diperkirakan masih akan volatile dengan potensi anjlok mengingat krisis utang Eropa juga masih menjadi tekanan hebat bagi komoditas emas.
Pada jumat (6/1), harga emas mengalami penurunan 0,62 persen ke level US$ 1.614 per ons, meskipun pada posisi mingguannya masih mengalami kenaikan sebesar 3 persen, atau merupakan level terkuatnya dalam sebulan terakhir.
Untuk itu, potensi terjadinya ambil untung (profit taking) terhadap emas juga besar pada pekan depan, mengingat sebagian investor kini mulai mengalihkan asetnya kepada instrumen beresiko tinggi, seperti saham dan obligasi.
Harga emas sepekan kedepan diprediksi akan fluktuatif mengikuti rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), dengan kecenderungan melemah karena euro tertekan mendekati level terendahnya dalam 16 bulan terakhir terhadap dollar AS.
"Karena penguatan dollar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor non AS, meskipun analogi keduanya telah pecah atau berbalik dalam fakta sepekan terakhir," tutur Nico Omer Jonckheere Vice President Research Valbury Asia Securities, dalam risetnya, hari ini.
Oleh karena itu, pada satu minggu kedepan, harga emas diperkirakan masih akan volatile dengan potensi anjlok mengingat krisis utang Eropa juga masih menjadi tekanan hebat bagi komoditas emas.
Pada jumat (6/1), harga emas mengalami penurunan 0,62 persen ke level US$ 1.614 per ons, meskipun pada posisi mingguannya masih mengalami kenaikan sebesar 3 persen, atau merupakan level terkuatnya dalam sebulan terakhir.
Untuk itu, potensi terjadinya ambil untung (profit taking) terhadap emas juga besar pada pekan depan, mengingat sebagian investor kini mulai mengalihkan asetnya kepada instrumen beresiko tinggi, seperti saham dan obligasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




