ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menperin: Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh

Selasa, 17 Februari 2015 | 18:07 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Menteri Perindustrian, Saleh Husin.
Menteri Perindustrian, Saleh Husin. (Antara/Puspa Perwitasari)

Bandung - Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan indutri pengolahan nonmigas di Indonesia tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Pertumbuhan sektor industri penolahan nonmiga cukup signifikan, pada 2014 mencapai 5,34 persen," kata Saleh Husin pada Koordinasi Kementrian Perindustrian Dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota 2015 di Kampus STT Bandung, Selasa (17/2).

Menurut Saleh, hal itu menunjukan pengembangan industri nasional terus mencapai kemajuan yang berarti. Pertumbuhan itu, kata Menperin lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun 2013 sebesar 5,06 peren.

"Sektor industri pengolahan non-migas masih menjadi penyumbang terbesar pada struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan kontribusi sebesar 20,84 persen," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, secara perlahan sektor industri pengolahan nonmigas mulai bergeser ke luar Pulau Jawa, yakni dari 24,63 persen pada tahun 2008 menjadi 27,22 persen pada tahun 2013.

Pada kesempatan itu, ia memaparkan target pertumbuhan populasi industri dengan menambah sedikitnya 9.000 usaha industri berskala besar dan sedang.

"Sebanyak 50 persen tumbuh di luar Jawa, serta tumbuhnya industri kecil sekitar 20.000 unit usaha," kata Menperin dalam paparannya pada pertemuan bertema "Terbangunnya Industri Yang Tangguh dan Berdaya Saing Menuju Kemandirian Ekonomi" itu.

Pada kesempatan itu, Menperin juga mengkritisi produsen luar negeri yang menjadikan Indonesia hanya sebagai pasar ekspor mereka. Salah satunya ia meminta produsen ponsel segera mendirikan pabrik di Indonesia. Menurut dia, mereka harus memberi kontribusi lebih dan tidak hanya memanfaatkan sebgaai pasar produknya saja. "Jangan hanya impor saja. Pabrikan harus ikut memberi nilai tambah dengan pendirian pabrik di sini," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon