PLN Pasang 5 "Tower" Darurat di Pangkalan Susu
Kamis, 19 Februari 2015 | 10:46 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) memasang lima tower darurat agar dapat segera mengalirkan listrik ke subsistem kelistrikan Sumatera bagian Utara. Langkah ini ditempuh menyusul terjadinya perusakan member tower oleh orang tidak dikenal yang menyebabkan tiga tower roboh yakni tower nomor 214, 215 dan 216. Ketiga tower itu berada di Desa Tanjung Pasir, kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Letaknya persis di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu.
Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan pemasangan tower darurat itu membutuhkan waktu sekitar enam-tujuh hari mengingat medan yang cukup berat. Dia mencontohkan untuk mencapai tower nomor 216 harus menggunakan perahu lantaran lokasinya berada di tengah-tengah areal tambak dan payau.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar tower darurat. Pasalnya, tower tersebut lebih rendah jaraknya ke tanah ketimbang tower aslinya.
"Transmisi 275 kilovolt Pangkalan Susu-Binjai akan beroperasi sementara dengan tower emergency pada 25 Februari mendatang," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/02).
Bambang menuturkan perseroan akan membangun tower baru pada lokasi fondasi yang telah ada. Pasalnya fondasi ketiga tower itu cukup baik dan kuat serta masih bisa dipergunakan lagi. Pembongkaran dan pemasangan tiga tower pengganti membutuhkan waktu sekitar dua bulan dengan bekerja secara paralel. "Ketiga tower ini akan beroperasi seperti sedia kala pada 18 April 2015 yang akan datang," katanya.
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan PLTU Pangkalan Susu tidak bisa melayani masyarakat terhitung pukul 21.30 WIB pada 17 Februari kemarin. Berdasarkan penelurusan aparat Polri dan Koramil beserta petugas PLN, ditemukan banyak member tower (main bracing) yang hilang.
Akibatnya kekuatan struktur tower menjadi labil dan akhirnya roboh terkena angin. "Diduga penggergajian oleh orang tidak dikenal sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu," tuturnya.
PLTU Pangkalan Susu memiliki kapasitas 2x200 megawatt. Unit 2 sudah beroperasi sejak April 2014. Sedangkan unit 1 saat ini dalam proses pengujian.
Transmisi 275 kV yang menghubungkan PLTU Pangkalan Susu dengan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) sepanjang 70 kilometer sudah beroperasi sejak 12 April 2014 untuk sirkuit nomor 1 memiliki tower sebanyak 217 unit. Sedangkan sirkuit nomor 2 beroperasi sejak 24 Desember 2014 kemarin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




