ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri Desa: Energi Terbarukan di Desa Atasi Krisis Listrik

Sabtu, 21 Februari 2015 | 19:30 WIB
FQ
WP
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: WBP
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengunjungi warga yang tinggal di Kampung Kali Ulu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (11/1).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengunjungi warga yang tinggal di Kampung Kali Ulu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (11/1). (Suara Pembaruan/Mikael Niman/Mikael Niman)

Jakarta - Untuk mendukung ketahanan energi nasional, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mencanangkan Desa Mandiri Energi (DME) sebagai solusi dari berbagai keterbatasan energi yang dialami desa tertinggal dan desa di kepulauan.

Menteri Desa, Marwan Jafar mengatakan, sebagai salah satu daerah percontohan, pihaknya berencana menggarap kampung Waitabar, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki sumber daya energi terbarukan yang potensial.

"Pulau Sumba memiliki kekayaan sumber daya energi terbarukan yang signifikan. Sumber daya air, matahari, angin, dan biogas dari ternak memiliki potensi tinggi dan belum tereksploitasi," ujar Marwan, Sabtu (21/2).

Sumba, menurut Marwan, kini telah menjadi pulau ikonis (iconic island) memperlihatkan bagaimana kebutuhan energi pulau kecil maupun sedang dapat dipenuhi melalui sumber-sumber energi terbarukan.

ADVERTISEMENT

"Selain mendukung ketahanan energi nasional, energi terbarukan bisa meningkatkan kualitas hidup penduduk, dan menjadi penunjang pembangunan untuk daerah-daerah yang sulit terjangkau," ujarnya.

Pulau Sumba, menurut Marwan bisa menjadi percontohan untuk mengembangkan Desa Mandiri Energi di beberapa desa terpencil lain.

"Tentunya juga harus ada kerjasama berbagai pihak untuk mendukung terciptanya DME, agar beberapa daerah terpencil dan kepulauan bisa lepas dari ketertinggalan," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada awal 2014 lalu PT PLN (Persero) telah meresmikan beroperasinya beberapa pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan surya di Sumba, yaitu Pusat Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Kamanggih 1x40 kilo Watt (kW), PLTMH Lapopu 2x800 kW, dan Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) Salura 1x150 kilo Watt

Sebelumnya juga telah beroperasi sejumlah pembangkit energi baru dan terbarukan di Sumba, yaitu PLTMH Lokomboro 2,3 MW, PLTMH Laputi 32 kW, PLTS Bilachenge 480 kWp, PLTMH Kamanggih 40 kW dan PLTMH Lapopu 1,6 MW sehingga total daya energi baru terbarukan mencapai 4,45 Megawatt (MW).

Dengan beroperasinya PLTMH dan PLTS tambahan tersebut maka sekitar 55 persen kebutuhan listrik di Sumba dipasok dari pembangkit berbahan bakar energi terbarukan. Beban puncak di empat kabupaten di Sumba sendiri yaitu Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya sebesar lebih kurang 8 MW.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon