Pemerintah Subsidi Gas Rp 1.000
Rabu, 11 Januari 2012 | 16:10 WIB
Harga Vi-gas akan berfluktuasi mengacu patokan harga internasional dengan besaran subsidi yang konstan.
Pemerintah berencana memberi subsidi bahan bakar gas (Liquefied Gas for Vehicles/LGV) sebesar Rp 1.000 per liter.
Saat ini, Vi-gas produksi PT Pertamina (persero) dijual dengan kisaran Rp 5.600 per liter.
"Memang akan kita subsidi Rp 1.000 per liter untuk LGV flat," ujar DIrjen Minyak dan Gas (migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Legowo, di Jakarta, hari ini.
Saat ini Indonesia telah memiliki LGV di Stasiun Pengisian Bahan Bakar milik Pertamina dengan merk Vi-gas. Harga jual Vi-Gas akan selalu berubah mengikuti harga LPG internasional, dalam hal ini CP Aramco, dan kurs rupiah terhadap dollar.
Sehingga menurut Evita, ke depan harga Vi-gas akan berfluktuasi mengacu patokan harga internasional dengan besaran subsidi yang konstan.
Meski begitu, lanjut Evita, rencana tersebut masih harus dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena akan mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Tapi belum kita tetapkan, karena masih harus bicara dengan DPR dulu," kata dia.
Terdapat dua bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor, yaitu Compressed Natural Gas (CNG) dan LGV. CNG saat ini dijual dengan harga Rp 3.100 per liter setara minyak.
Pemerintah berencana memberi subsidi bahan bakar gas (Liquefied Gas for Vehicles/LGV) sebesar Rp 1.000 per liter.
Saat ini, Vi-gas produksi PT Pertamina (persero) dijual dengan kisaran Rp 5.600 per liter.
"Memang akan kita subsidi Rp 1.000 per liter untuk LGV flat," ujar DIrjen Minyak dan Gas (migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Legowo, di Jakarta, hari ini.
Saat ini Indonesia telah memiliki LGV di Stasiun Pengisian Bahan Bakar milik Pertamina dengan merk Vi-gas. Harga jual Vi-Gas akan selalu berubah mengikuti harga LPG internasional, dalam hal ini CP Aramco, dan kurs rupiah terhadap dollar.
Sehingga menurut Evita, ke depan harga Vi-gas akan berfluktuasi mengacu patokan harga internasional dengan besaran subsidi yang konstan.
Meski begitu, lanjut Evita, rencana tersebut masih harus dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena akan mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Tapi belum kita tetapkan, karena masih harus bicara dengan DPR dulu," kata dia.
Terdapat dua bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor, yaitu Compressed Natural Gas (CNG) dan LGV. CNG saat ini dijual dengan harga Rp 3.100 per liter setara minyak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




