"QR Code" LPPOM MUI Selaras Program Wisata Halal
Senin, 9 Maret 2015 | 16:20 WIBJakarta - Penempelan QR Code pertama kali dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) hari ini (9/3) di salah satu gerai A&W Pondok Labu, Jakarta. QR Code bertujuan untuk membantu konsumen untuk mengecek status sertifikasi halal oleh MUI dengan hanya mengarahkan kamera ponsel ke kode yang tertempel.
"Upaya menggunakan QR Code ini sangat selaras dengan program Kementerian Pariwisata yang sedang mengembangkan Wisata Halal," tutur Lukmanul Hakim, Direktur LPPOM MUI di Jakarta, Senin (9/3).
Dilanjutkannya, dengan QR Code ini para turis pun akan merasa terlindungi. Tidak hanya turis muslim, tetapi turis dari berbagai negara dan agama.
"Saat ini sertifikasi halal bukan hanya kebutuhan umat muslim. Kami mendapat kabar dari lembaga halal di Inggris bahwa saat ini banyak restoran yang meminta sertifikasi halal," katanya.
Hal itu disebabkan, lanjutnya, karena beberapa waktu lalu di Inggris sempat gempar ada salah satu restoran yang menyajikan daging kuda untuk menu burger mereka.
"Jadi, halal bukan hanya masalah umat muslim, tetapi kemurnian dari bahan makanan yang akan dikonsumsi juga terkontrol bila menggunakan sertifikasi halal," imbuh Lukmanul.
Dengan begitu, diharapkannya, dengan adanya QR Code ini semakin mempermudah wisatawan mancanegara dan nusantara untuk menngonsumsi makanan halal. Tentunya bisa semakin meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia.
"Diharapkan ke depannya halal ini menjadi kebutuhan esensial bagi semua, bukan hanya untuk konsumen muslim. Tetapi, halal juga sudah mendunia," kata Lukmanul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




