ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengentasan Daerah Tertinggal, Menteri Desa Dorong Ekonomi Kreatif

Senin, 9 Maret 2015 | 23:02 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
 
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar (tengah) meninjau permukiman di desa Tanjung Sari Cikarang Jawa Barat, Minggu (11/1).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar (tengah) meninjau permukiman di desa Tanjung Sari Cikarang Jawa Barat, Minggu (11/1). (Antara/Ho/Adul)

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar berupaya mempercepat pengentasan daerah tertinggal, yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional.

Di antaranya, mendorong pengembangan ekonomi kreatif di daerah tertinggal. Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, daerah tertinggal memiliki keunikan budaya yang sudah berlangsung turun temurun bahkan menjadi sumber penghidupan masyarakatnya selama ini.

"Tentunya hal ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif untuk menggerakan ekonomi setempat serta mengangkat kesejahteraan masyarakatnya" ujar Menteri Marwan di Jakarta, Senin (9/3).

Ekonomi kreatif bersumber dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

ADVERTISEMENT

Peranan ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional terus meningkat. Pada tahun 2013 kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,9 persen, tahun 2014 menjadi 7,6 persen dan tahun ini diperkirakan 8-9 persen.

Data ini menunjukkan perilaku konsumtif terhadap produk ekonomi kreatif terus meningkat, seiring dengan perilaku masyarakat yang memasukkan unsur keunikan budaya serta daya kreatifitas yang tinggi pada setiap unsur kehidupannya.

"Fenomena ini menjadi insentif bagi masyarakat daerah tertinggal untuk mewujudkan ide-ide kreatif dalam mengolah sumberdaya yang ada di sekitarnya menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi karena keunikan dan daya kreatifitasnya" terang Menteri Marwan.

Terlebih lagi, lanjutnya, produk ekonomi kreatif yang saat ini cukup diminati konsumen domestik dan global banyak yang bisa dikembangkan oleh masyarakat daerah tertinggal. Seperti batik, ukiran, bordir, kaligrafi, aksesoris, produk kulit, dan makanan ringan.

"Yang penting produk tersebut ada muatan corak budaya atau citarasa khas daerah yang membuatnya unik menarik di mata konsumen, bisa dijadikan souvenir, hadiah atau semacamnya" Menteri Marwan menambahkan.

Tokoh asal Pati ini optimis daerah tertinggal memiliki banyak putra daerah yang mampu mewujudkan ide kreatif dan karya inovatif yang unik dan bernilai ekonomis tinggi.

Yang dibutuhkan adalah dukungan di bidang permodalan, jaringan pemasaran, pendampingan dan konsultasi usaha, dan dukungan teknis lainnya.

"Dukungan bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah tertinggal juga dapat disinergikan dengan instansi lainnya yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif, termasuk juga dengan berbagai kalangan yang concern dengan pengentasan daerah tertinggal" ujar Menteri Marwan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon