Perbaikan Remunerasi Dorong Efisiensi Birokrasi (5-Habis)
Jumat, 27 Maret 2015 | 11:11 WIB
Jakarta - Jonan mengatakan, pihaknya mengusulkan agar perbaikan remunerasi pegawai Kemhub segera diberlakukan. Saat ini, tunjangan di Kemhub hanya sekitar 40 persen dari yang diberlakukan di Kementerian Keuangan. Padahal, di Kemhub banyak sekali yang berkaitan dengan keahlian dan lisensi.
"Idealnya, ya mencapai 70 persen dari Kementerian Keuangan," kata Jonan.
Perbaikan remunerasi tersebut akan mempercepat peningkatan kinerja pegawai Kemhub. Saat ini, anggaran gaji untuk 30.000 pegawai Kemhub sebesar Rp 2 triliun. Jonan berharap bisa ditambah Rp 1 triliun untuk mendorong peningkatan kinerja yang signifikan.
Menurut Jonan, perbaikan remunerasi itu tidak akan memberatkan keuangan negara. Sebab, tambahan gaji bisa diambilkan dari anggaran Kemhub yang dalam setahun mencapai Rp 45 triliun. "Jadi, tinggal komposisinya saja diubah. Kami sudah mengajukan ke menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Kami berharap presiden menyetujuinya," tuturnya.
Jonan menuturkan pengalamannya di PT KAI yang membuktikan bahwa perbaikan remunerasi akan meningkatkan kinerja. Saat menjabat dirut KAI, gaji kepala Stasiun Gambir sangat kecil, sementara itu pendapatan dari parkir dalam satu hari hanya sekitar Rp 3 juta.
"Semula gaji (take home pay) kepala Stasiun Gambir hanya Rp 2,7 juta sebulan dan setoran pemasukan dari parkir cuma Rp 3 juta per hari. Setelah gajinya dinaikkan menjadi Rp 22 juta, setoran parkirnya naik menjadi Rp 80 juta per hari. Hebat kan?" ucapnya
Menurut Jonan, jika kesejahteraan pegawai meningkat dan pengawasan diperbaiki, akan semakin kecil peluang untuk melakukan korupsi. "Ibaratnya kalau orang kurang makan daging, sapi lewat depan rumah, ya disembelih sapinya. Nah, kita kan tidak mau begitu," paparnya.
Jonan berharap, usulannya itu segera diterima sehingga dapat dilaksanakan tahun ini. Jika tidak direalisasikan, lanjut dia, perubahan yang diharapkan akan berjalan sangat lambat. "Sebab tidak fair saya minta mereka kerja bagus, sungguh-sungguh, tapi kesejahteraan mereka masih sangat minim," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




