Menperin: Industri Kemasan Penentu Daya Saing Produk Nasional
Kamis, 9 April 2015 | 21:14 WIB
Jakarta- Industri kemasan memiliki peranan penting, terutama bagi industri makanan, minuman, farmasi, elektronika, dan produk-produk yang dikonsumsi langsung masyarakat (consumer goods). Oleh karena itu, pengembangan industri kemasan tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan industri nasional, bahkan kemasan telah menjadi salah satu faktor penentu daya saing produk industri nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Penyerahan Penghargaan AsiaStar Awards 2014 di Jakarta, Jakarta, (9/4).
Pada kesempatan itu, Saleh menyerahkan penghargaan AsiaStar Awards 2014 kepada 14 pemenang yang terdiri dari empat orang untuk kategori industri dan 10 orang untuk kategori pelajar. AsiaStar Awards merupakan satu-satunya kontes kemasan di Asia yang sudah diakui dunia internasional, di mana para pemenangnya nanti bisa mengikuti World Star Award.
Oleh karena itu, Saleh memberikan apresiasi atas inisiatif Federasi Pengemasan Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan AsiaStar Awards. "Kami mengharapkan acara ini dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi di bidang desain kemasan dalam rangka pembangunan industri kemasan di Indonesia," tegasnya.
Menurut Saleh, pesatnya pertumbuhan konsumsi masyarakat terhadap consumer goods turut mendorong tumbuhnya industri kemasan nasional sebesar 8% pada tahun 2014. Sementara itu, perkembangan pesat industri kemasan tidak pula terlepas dari penerapan teknologi yang makin efisien, praktis, dan ramah lingkungan.
Selanjutnya, Saleh memastikan, inovasi dan variasi pada produk-produk kemasan dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang menginginkan bentuk dan desain yang menarik, praktis, aman dalam arti melindungi produk dari berbagai kemungkinan kontaminasi. Demikian pula dengan adanya tuntutan terhadap produk kemasan yang ramah lingkungan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan industri kemasan secara berkesinambungan.
Di sisi lain, Saleh juga menyampaikan, tujuan pembangunan di sektor industri adalah memantapkan struktur industri yang menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan, sehingga diharapkan sektor industri, khususnya industri kemasan dapat memiliki keunggulan kompetitif agar dapat lebih berperan dalam menggerakkan pembangunan nasional.
Namun untuk mencapai target pembangunan ekonomi tidaklah mudah karena terdapat berbagai tantangan bagi industri nasional untuk lebih berdaya saing, seperti masalah ketersediaan sumber daya alam yang semakin menipis juga ketergantungan terhadap bahan baku impor yang masih tinggi hingga masalah pengelolaan limbah, papar Menperin.
Terlebih lagi di tingkat global, tuntutan untuk diterapkannya standar industri semakin tinggi terutama yang menitikberatkan pada upaya efisiensi sumber daya alam dan energi, diversifikasi energi, serta eco-design dan teknologi rendah karbon dengan sasaran peningkatan produktivitas dan minimalisasi limbah. "Isu lingkungan saat ini menjadi salah satu hambatan perdagangan (barriers to trade) untuk penetrasi pasar suatu negara," ujar Saleh.
Hambatan tersebut diterapkan melalui berbagai macam standar, baik itu standar international (ISO, ekolabel) maupun persyaratan pembeli. Oleh karena itu, Menperin mengharapkan, dunia usaha perlu mengantisipasi hambatan yang diterapkan oleh beberapa negara tujuan ekspor produk nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




