ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Peran Perempuan Desa Penting Maksimalkan Potensi Ekonomi Kreatif

Minggu, 26 April 2015 | 16:19 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar (Suara Pembaruan/Marsel Rombe)

Cirebon - Perubahan paradigma dari membangun desa menjadi desa membangun, diharapkan bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan.

Berbagai macam aktivitas Perempuan desa dinilai bisa meningkatkan potensi ekonomi kreatif masyarakat desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan potensi ekonomi kreatif bisa dimanfaatkan oleh kelompok perempuan untuk meningkatkan daya saing produk desa.

"Perempuan mempunyai peranan besar dalam meningkatkan produktifitas ekonomi kreatif desa," ujar Menteri Marwan saat menghadiri acara Harlah ke-65 Fatayat NU, di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (26/4).

ADVERTISEMENT

Menurut Menteri Marwan, sebagai Badan Otonom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin.

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan berbagai aturan dan mengambil peran dalam pembangunan desa," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.

"Kementerian ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan perempuan didaerah transmigrasi dan daerah tertinggal, dan pembangembangan pendidikan dan kesehatan perempuan di desa, transmigrasi, daerah tertentu, dan daerah tertinggal," ujarnya.

Dengan menguatkan potensi ekonomi kreatif desa, Menurut Menteri Marwan, kelompok perempuan tak lagi hanya menjadi objek pembangunan desa.

"Peran perempuan tidak hanya sebagai objek, akan tetapi juga sebagai subjek. Oleh karena itu, perempuan harus ikut dalam proses musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbang Desa), agar bener-bener bisa mengapresiasi suara perempuan," tandasnya.

Keterwakilan perempuan, menurut Menteri Marwan, sudah masuk dalam sistem Musrenbang Desa.

"Kita memberikan kesempatan yang lebih besar kepada perempuan. Female base activiti, tidak hanya kesetaraan tapi lebih dari itu, ada peran perempuan. Jadi kedepan hasil musrenbang desa tidak hanya lagi pembangunan fisik, tapi juga meningkatkan kualitas perempuan," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon