BNI Kaji Obligasi Valas US$ 500 Juta di Semester II
Rabu, 29 April 2015 | 15:05 WIBJakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku tengah menjajaki untuk menerbitkan obligasi valuta asing (valas) senilai US$ 500 juta pada semester kedua tahun ini.
Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo menuturkan saat ini perseroan tengah mengkaji kembali rencana penerbitan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) itu yang sebelumya telah dimasukkan dalam rencana bisnis bank (RBB) pada tahun ini sebesar US$ 500 juta.
"Kami taruh room (penerbitan obligas valas) di semester dua. Tapi nanti kami lihat lagi," ujar Rico di Jakarta, Rabu (29/4).
Menurut Rico, dalam menerbitkan obligasi valas, BNI akan mempertimbangkan komposisi aset valas perseroan. "Yang pasti, aset valas tidak boleh ditinggin. Belum hitung-hitungan," terang dia.
BNI mencatat laba bersih kuartal I-2015, Rp 2,82 triliun. Jumlah itu tumbuh 17,7 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama pada 2014. Kenaikan laba bersih ditopang kinerja dari beberapa segmen bisnis yang menjadi sumber pendapatan bunga bersih maupun, pendapatan non-bunga. Pendapatan bunga bersih BNI kuartal I 2015 naik 15,3 persen dari Rp 5,29 triliun menjadi Rp 6,10 triliun.
Sementara, pendapatan non-bunga kuartal I 2015 naik 32,8 persen menjadi Rp 2,94 triliun. Perolehan itu disumbang dari pendapatan premi asuransi, transaksi ATM, dana pensiun, billpayment dan PPOB (payment point online bank), bancassurance, dan bisnis kartu
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




