Kepercayaan Bisnis Menurun di Kuartal I
Selasa, 5 Mei 2015 | 14:20 WIB
Jakarta - Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) selama kuartal I 2015, pelaku usaha menunjukkan sikap pesimistis. Hal ini mengakibatkan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) lebih rendah dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, ITB pada kuartal I tahun ini hanya 96,30, turun dibanding kuartal keempat tahun lalu yang mencapai 104,07.
"Pelaku bisnis juga lebih pesimistis jika dibandingkan kuartal IV tahun lalu. Penurunan kondisi bisnis ini terjadi pada 10 lapangan usaha, sedangkan tujuh lapangan usaha lainnya mengalami peningkatan kondisi bisnis," katanya di gedung BPS, Jakarta, Selasa (5/5).
Dikatakannya, penurunan terendah terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan pengendalian dengan nilai ITB sebesar 87,16. Sedangkan peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan nilai 106,75.
"Kondisi bisnis kuartal I yang menurun ini karena adanya penurunan pendapatan perusahaan dengan nilai indeks 95,06, kapasitas produksi dengan indeks 95,13, dan rata-rata jumlah jam kerja dengan indeks 97,83," ujarnya.
Meski demikian, Suryamin menyebutkan prospek bisnis pada kuartal II diperkirakan bisa membaik ke level 109,65. "Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan lebih tinggi jika dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi bisnis ini mengalami peningkatan optimisme di semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian," kata dia.
Peningkatan kondisi bisnis pada kuartal II diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan order dari dalam negeri, harga jual produk, dan order barang input. Peningkatan tertinggi untuk order dari dalam negeri dan harga jual produk diperkirakan terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Sementara, nilai indeks tendensi konsumen (ITK) pada kuartal II diperkirakan sebesar 107,91 artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan meningkat. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih tinggi dibanding kuartal I kemarin.
Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi terutama didorong peningkatan pendapatan rumah tangga, rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta atau hajatan.
Adapun, provinsi yang memiliki perkiraan ITK tertinggi adalah DI Yogyakarta dan terendah di Sumatera Utara.
Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. STB dilakukan setiap kuartal di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB kuartal I 2015 sebesar 3.000 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan dan juga 14.000 rumah tangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




