Pangsa Pasar Industri MRO Indonesia US$ 900 Juta
Selasa, 12 Mei 2015 | 20:48 WIBJakarta- Ketua Umum Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Richard Budihadianto membeberkan, potensi pasar industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Indonesia pada 2015 ini adalah sekitar US$ 900 juta.
Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 5,88 persen dengan potensi bernilai US$ 850 juta.
"Namun, dengan adanya peningkatan potensi market tersebut, industri MRO Tanah Air tetap baru bisa menyerap sekira 30 persen saja. Sama dengan realisasi tahun lalu," ungkapnya di Jakarta, Selasa (12/5).
Richard yang juga sebagai Direktur Utama PT GMF Aeroasia melanjutkan, pangsa pasar industri MRO di Indonesia pun sebagian besar masih diambil oleh GMF Aeroasia.
Menurutnya, GMF pada tahun ini menargetkan dapat mengambil sekira US$ 280 juta atau meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang berkisar US$ 250 juta.
Sementara itu, lanjutnya, dari adanya anggaran bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk sejumlah komponen pesawat sebesar Rp 400 miliar/tahun, industri penerbangan Indonesia (termasuk airline dan MRO) baru menyerapnya dengan angka yang kecil. Serapan pada tahun lalu saja baru sekira 10 persen.
"Terus terang serapannya sedikit karena prosesnya kan butuh surat keputusan menteri terlebuh dahulu. Lalu keputusan menteri keuangan harus diturunkan ke dirjen bea cukai. Itu memakan waktu tujuh sampai sembilan bulan sehingga efektifnya paling dua atau tiga bulan," terangnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




