China Sinopec Tambah Porsi di LNG Australia Pasifik US$ 1,1 M
Senin, 23 Januari 2012 | 10:19 WIB
Aksi korporasi ini membuat kepemilikan Chinas's Sinopec di proyek tersebut menjadi 25 persen.
Perusahaan minyak dan gas (migas), China Petrochemical Corporation (China's Sinopec) mengalokasikan US$ 1,1 miliar (Rp 11 triliun) untuk menambah 10 persen porsi saham dalam proyek Australia Pasifik LNG bernilai total US$ 20 miliar (Rp 200 triliun).
Aksi korporasi ini membuat kepemilikan Chinas's Sinopec di proyek tersebut menjadi 25 persen.
Origin Energy Australia mengatakan, pembayaran US$ 1,1 miliar dihitung berdasarkan 1 persen ekuitas senilai US$ 110 juta per Januari 2011. Adapun pembayarannya disesuaikan dengan belanja modal (capital expenditure/capex) proyek itu.
"Jumlah sebenarnya yang dibayar Sinopec US$ 110 juta yang disesuaikan berdasarkan akumulasi belanja modal," kata Diirektur Origin Energy Australia, Grant King, di Perth dalam konferensi pers kepada wartawan, hari ini.
Penambaham modal ini, kata dia, membuat total investasi Sinopec di Australia Pasifik LNG menjadi US$ 3 miliar. Kesepakatan itu sekaligus mengurangi porsi ekuitas mitra usaha ConocoPhillips dan Origin sebesar 37,5 persen.
Pekan lalu, Sinopec mengumumkan penandatanganan kontrak dengan Australia Pasifik LNG menjadi 20 tahun. Dalam kontrak tersebut, Sinopec berkomitmen meningkatkan pembelian LNG dari 4,3 juta ton menjadi 7,6 juta ton, mulai tahun 2016. "Kesepakatan dengan Sinopec ini merupakan transaksi terbesar LNG Australia saat ini," kutip Origin Energy.
Proyek Australia Pacific LNG diperkirakan berjalan sesuai jadwal. Untuk tahap pertama, Origin akan memberikan pasokan LNG pada pertengahan 2015 dan 2016.
Perusahaan minyak dan gas (migas), China Petrochemical Corporation (China's Sinopec) mengalokasikan US$ 1,1 miliar (Rp 11 triliun) untuk menambah 10 persen porsi saham dalam proyek Australia Pasifik LNG bernilai total US$ 20 miliar (Rp 200 triliun).
Aksi korporasi ini membuat kepemilikan Chinas's Sinopec di proyek tersebut menjadi 25 persen.
Origin Energy Australia mengatakan, pembayaran US$ 1,1 miliar dihitung berdasarkan 1 persen ekuitas senilai US$ 110 juta per Januari 2011. Adapun pembayarannya disesuaikan dengan belanja modal (capital expenditure/capex) proyek itu.
"Jumlah sebenarnya yang dibayar Sinopec US$ 110 juta yang disesuaikan berdasarkan akumulasi belanja modal," kata Diirektur Origin Energy Australia, Grant King, di Perth dalam konferensi pers kepada wartawan, hari ini.
Penambaham modal ini, kata dia, membuat total investasi Sinopec di Australia Pasifik LNG menjadi US$ 3 miliar. Kesepakatan itu sekaligus mengurangi porsi ekuitas mitra usaha ConocoPhillips dan Origin sebesar 37,5 persen.
Pekan lalu, Sinopec mengumumkan penandatanganan kontrak dengan Australia Pasifik LNG menjadi 20 tahun. Dalam kontrak tersebut, Sinopec berkomitmen meningkatkan pembelian LNG dari 4,3 juta ton menjadi 7,6 juta ton, mulai tahun 2016. "Kesepakatan dengan Sinopec ini merupakan transaksi terbesar LNG Australia saat ini," kutip Origin Energy.
Proyek Australia Pacific LNG diperkirakan berjalan sesuai jadwal. Untuk tahap pertama, Origin akan memberikan pasokan LNG pada pertengahan 2015 dan 2016.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




