Dimakan Inflasi, Upah Buruh Riil Relatif Stagnan
Jumat, 15 Mei 2015 | 10:58 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah buruh tani pada Maret 2015 naik 0,27 persen menjadi Rp 46.306 per hari dari Rp 46.180 per hari pada Maret 2015. Adapun secara riil (dikurangi inflasi), upah buruh tani naik 0,06 persen menjadi Rp 38.546 per hari dari Rp 38.522 per hari pada Januari.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo menyatakan, semakin tinggi upah riil maka semakin tinggi upah buruh tani, industri dan buruh informal perkotaan. "Semakin tinggi upah riil, maka semakin tinggi upah buruh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), begitu juga sebaliknya," katanya di Jakarta.
Sementara upah buruh informal lainnya di perkotaan juga naik. Upah buruh bangunan (tukang, bukan mandor) naik 0,39 persen menjadi Rp 79.970 per hari dari Rp 79.657 per hari. Secara riil, upah buruh mandor naik 0,03 persen menjadi Rp 67.253 per hari dari Rp 67.233 per hari pada bulan lalu.
Upah buruh potong rambut wanita juga naik 1,56 persen menjadi Rp 23.273 per kepala dari Rp 22.916 per kepala. Secara riil, upah buruh potong rambut wanita naik 1,19 persen menjadi Rp 19.572 per kepala dari Rp 19.342 per kepala.
Adapun, upah pembantu rumah tangga turut naik 0,50 persen menjadi Rp 349.088 per bulan dari Rp 347.351 per bulan. Secara riil, ini naik 0,14 persen menjadi Rp 293.574 per bulan dari Rp 293.173 per bulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




