Kuartal III, Dampak Pelonggaran LTV BI Mulai Terlihat
Minggu, 24 Mei 2015 | 23:02 WIB
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memproyeksi dampak pelonggaran rasio loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) dan penurunan uang muka (down payment) kredit kendaraan bermotor (KKB) sudah dapat terlihat mulai kuartal III mendatang. Dengan pelonggaran yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan dapat menyentuh 15%.
Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, menurut perhitungan tim ekonomi perseroan rencana regulator dapat membuat kegiatan ekonomi lebih bergairah dan pertumbuhan ekonomi negara ini menjadi kisaran 5,2-5,4% pada akhir tahun. Rencana relaksasi LTV oleh BI ini juga datang pada saat yang tepat, ketika tanda-tanda perlambatan ekonomi mulai tampak.
Mengenai kredit, Ryan menilai, pertumbuhan sudah dapat terlihat pada kuartal III-2015. Walaupun saat ini kebanyakan bank belum menurunkan suku bunga kredit, ia menyakini, kelonggaran LTV dapat menstimulisasi pertumbuhan kredit perbankan. "Tetap bisa, karena perbankan kan tidak menaikkan suku bunga kredit. Jadi permintaan riil untuk properti tetap tinggi," ujarnya, belum lama ini.
Kendati, Ryan menegaskan, ke depan perbankan juga harus tetap selektif menyalurkan KPR, sehingga terhindar dari (peningkatan) rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). "Melalui ketentuan LTV yang baru nanti dapat mendorong permintaan KPR dan kredit yg terkait dengan perumahan atau properti. Jadi pertumbuhan kredit bank bisa menjadi 15% atau lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit tahun lalu yang hanya 11,6%," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




