Pertumbuhan Kredit Kuartal I 2012 Menurun
Selasa, 24 Januari 2012 | 17:58 WIB
Jika dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu, besaran pertumbuhan kreditnya agak menurun
Tren pertumbuhan kredit pada kuartal I-2012 diperkirakan masih meningkat, namun pertumbuhannya mungkin tidak akan sebesar tahun lalu
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi melihat tren pertumbuhan kredit pada kuartal I-2012 masih meningkat. Secara umum, jumlahnya melebihi posisi target awal atau di atas anggaran.
"Kalau di atas anggaran, berarti ada debitor yang mulai menarik kredit," ujar dia, ketika ditemui seusai Rapat Koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara di Cilandak, Jakarta, hari ini.
Riswinandi mengakui, jika dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu, besaran pertumbuhan kreditnya agak menurun. Namun, manajemen tetap optimistis dengan adanya pergerakan pertumbuhan saat ini.
Dengan adanya peningkatan rating Indonesia menjadi Investment Grade dari lembaga Moody's baru-baru ini, dia juga melihat perusahaan lebih cenderung memilih mengambil pendanaan dari pasar modal.
Kendati umumnya permintaan kredit masih sepi di awal tahun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mulai menyalurkan kredit baru.
Perseroan mencatat kenaikan kredit pada kuartal I-2012 ini, dengan prospek yang masih sesuai dengan target tahun ini. Bank mandiri menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 20-22 persen, di bawah estimasi rata-rata pertumbuhan kredit yang diproyeksikan oleh bank sentral sebesar 27 persen dari 120 bank di Indonesia.
"Biasanya memang pada triwulan I, banyak perusahaan yang masih menyusun anggaran baru. Mereka juga masih fine tuning mencari alternatif pembiayaan selain dari bank," ujar dia.
Namun, di Bank Mandiri, terdapat sejumlah nasabah lama (existing) yang telah menyusun rencana penarikan kredit dari komitmen yang sudah ditandatangani pada 2011. Penarikan tersebut dilakukan pada awal tahun 2012.
Tren pertumbuhan kredit pada kuartal I-2012 diperkirakan masih meningkat, namun pertumbuhannya mungkin tidak akan sebesar tahun lalu
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi melihat tren pertumbuhan kredit pada kuartal I-2012 masih meningkat. Secara umum, jumlahnya melebihi posisi target awal atau di atas anggaran.
"Kalau di atas anggaran, berarti ada debitor yang mulai menarik kredit," ujar dia, ketika ditemui seusai Rapat Koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara di Cilandak, Jakarta, hari ini.
Riswinandi mengakui, jika dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu, besaran pertumbuhan kreditnya agak menurun. Namun, manajemen tetap optimistis dengan adanya pergerakan pertumbuhan saat ini.
Dengan adanya peningkatan rating Indonesia menjadi Investment Grade dari lembaga Moody's baru-baru ini, dia juga melihat perusahaan lebih cenderung memilih mengambil pendanaan dari pasar modal.
Kendati umumnya permintaan kredit masih sepi di awal tahun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mulai menyalurkan kredit baru.
Perseroan mencatat kenaikan kredit pada kuartal I-2012 ini, dengan prospek yang masih sesuai dengan target tahun ini. Bank mandiri menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 20-22 persen, di bawah estimasi rata-rata pertumbuhan kredit yang diproyeksikan oleh bank sentral sebesar 27 persen dari 120 bank di Indonesia.
"Biasanya memang pada triwulan I, banyak perusahaan yang masih menyusun anggaran baru. Mereka juga masih fine tuning mencari alternatif pembiayaan selain dari bank," ujar dia.
Namun, di Bank Mandiri, terdapat sejumlah nasabah lama (existing) yang telah menyusun rencana penarikan kredit dari komitmen yang sudah ditandatangani pada 2011. Penarikan tersebut dilakukan pada awal tahun 2012.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




