Sambut Insentif Propeti, LPKR Genjot Penjualan pada Kuartal IV
Selasa, 7 November 2023 | 10:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estat dan layanan kesehatan di Indonesia, menyambut baik kebijakan insentif properti berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk masyarakat yang membeli rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar hingga Juni 2024.
Group CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady, mengungkapkan LPKR berkomitmen menyediakan pasokan rumah tapak dengan harga di bawah Rp 2 miliar ke depannya. “Kami mengincar segmen pasar menengah,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (7/11/2023).
Dia menekankan penjualan rumah di bawah Rp 2 miliar telah mendominasi kinerja pra-penjualan LPKR. Hingga kuartal III 2023, prapenjualan LPKR mencapai Rp 3,36 triliun atau setara dengan 68,5% dari target tahun ini sebesar Rp 4,9 triliun. Sektor perumahan, terutama seri Cendana Homes, memainkan peran penting dalam pencapaian ini, dengan produk-produk seperti, Cendana Essence, Cendana Arbory, dan Cendana Botanic menjadi yang terpopuler.
“Dalam hal profil pembayaran, lebih 89% pembelian rumah dilakukan melalui kredit pemilikan rumah (KPR), menunjukkan permintaan kuat dari pengguna akhir,” kata dia.
John Riady juga menyatakan bahwa LPKR berhasil mempertahankan kinerja positif meskipun dihadapi risiko makroekonomi. Peluncuran produk-produk baru pada kuartal III 2023 dijalankan sesuai rencana perusahaan. Menjelang akhir tahun ini, LPKR akan memperkenalkan produk baru lagi yang diharapkan dapat membantu mencapai target prapenjualan sepanjang 2023.
Pemerintah memutuskan untuk menanggung 100% PPN untuk rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar mulai November 2023 hingga Juni 2024. Selain itu, pemerintah juga membebaskan biaya administrasi untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai upaya mengurangi backlog perumahan. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan backlog perumahan, yaitu kesenjangan kepemilikan perumahan rakyat, masih mencapai 12,1 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




