ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jasa Marga Proyeksi Volume Lalu Lintas Nataru 2023 Melonjak Dibanding 2022, Alasannya?

Jumat, 17 November 2023 | 11:06 WIB
AF
WP
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: WBP
Diskusi publik “Jalan Tol dan Jalan Daerah” di Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Diskusi publik “Jalan Tol dan Jalan Daerah” di Jakarta, Kamis (16/11/2023). (Beritasatu.com/Alfida Rizky)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memprediksi volume lalu lintas kendaraan di jalan tol saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 akan melonjak dibanding 2022. Pasalnya, tahun ini pemerintah tidak lagi menerapkan pembatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Lisye Octaviana mengatakan, prediksi peningkatan mobilisasi kendaraan ini berkaca dari hari libur Lebaran Idulfitri 2023 yang juga tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya pada momentum sama.

"Pergerakan atau mobilisasi akan tinggi dibanding tahun sebelumnya. Jadi, mirip-mirip seperti Lebaran. Walau secara total pergerakannya tidak akan sehebat Lebaran, tetapi pergerakan tahun ini akan lebih tinggi dibanding Nataru tahun lalu," papar Lisye, dalam diskusi publik “Jalan Tol dan Jalan Daerah” di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Jasa Marga saat ini tengah mengkaji sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kemacetan akibat lonjakan kendaraan di jalan tol pada Nataru 2023.  Beberapa persiapan akan mengikuti langkah-langkah efektif yang diterapkan pada libur Lebaran tahun ini, tetapi menyesuaikan dengan tren Nataru.

“Kalau Lebaran kurang lebih mayoritas pergerakan ke luar Jakarta. Dari Jakarta menuju timur arah Trans-Jawa, Semarang dan Surabaya, selatan ke arah Bogor, dan barat ke arah Merak,” kata dia.

Sementara libur Nataru banyak warga berkunjung ke tempat wisata. "Nataru itu ada tren tambahan, yakni ke tempat wisata. Itu yang harus diantisiapasi. Jadi pasti di titik-titik yang diperkirakan akan terjadi lonjakan lalu lintas, itu yang kami upayakan," jelasnya.

Lisye menyampaikan, Jasa Marga saat ini juga masih berdiskusi dengan beberapa stakeholders, seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kepolisian khususnya Korlantas, hingga Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Nanti akan ada rencana operasi yang disampaikan, mungkin awal Desember. Ada beberapa pergerakan cukup tinggi dibanding tahun lalu. Jadi memang perlu dilakukan beberapa rencana operasi," katanya.

Lisye menuturkan, Jasa Marga akan melakukan evaluasi untuk menjaga kecepatan berkendara. Nantinya, akan disiapkan rekayasa lalu lintas, seperti penerapan contraflow (sebagian lajur), one way ( seluruh jalur), pembatasan angkutan barang, hinga penerapan sistem ganjil-genap di beberapa titik lokasi. 

"Kami akan koordinasikan dan akan diputuskan Korlantas. Terkait usulan pembatasan angkutan logistik, ternyata itu faktor menyumbang kecepatan menjadi terbatas. Pemerintah dan Korlantas harus sosialisasi kepada perusahaan logistik, karena, prioritasnya untuk kendaraan berisi penumpang," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korlantas: 24 Desember 2025 Diprediksi Jadi Puncak Mudik Nataru

Korlantas: 24 Desember 2025 Diprediksi Jadi Puncak Mudik Nataru

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon