ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Syarat Indonesia Negara Maju, Benahi Serapan Tenaga Kerja dan Produktivitas

Rabu, 13 Desember 2023 | 10:06 WIB
V
WP
Penulis: Vinnilya | Editor: WBP
Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor.
Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menekankan dua hal utama agar Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045. Kedua hal itu adalah serapan tenaga kerja dan produktivitas.

Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menyebut Indonesia perlu menyelesaikan permasalahan selama 7 tahun terakhir mengenai penyerapan tenaga kerja yang menurun akibat peralihan dari industri padat karya menjadi industri padat modal.

"Kita melihat penyerapan tenaga kerja menurun signifikan, hampir seperempatnya per Rp 1 triliun investasi and it's not because of the investment, tetapi kita juga melihat arah bisnis ini yang ada otomatisasi teknologi," ungkap Shinta W Kamdani di acara “Core Economic Outlook 2024” di Perpusnas, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023).

ADVERTISEMENT

Dikatakan Shinta,  peralihan industri ini berdampak pada pengurangan tenaga manusia sehingga mengurangi lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Padahal, Indonesia akan menyambut era bonus demografi mulai tahun depan.

"Kita selalu bilang wah untung Indonesia punya bonus demografi, tetapi ini cuma ada 10 tahun ke depan, kalau kita tidak menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai, ya sayang bonus demografi ini," ujar dia.

Shinta mengatakan perekonomian Indonesia perlu tumbuh 6%-7% setiap tahun agar menjadi negara maju pada 2045 mendatang. "Kita selalu bilang Indonesia ingin menjadi negara maju pada 2045, tetapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan, kita enggak akan bisa sampai jadi negara maju kalau pertumbuhan ekonomi kita seperti ini, jadi prinsipnya kita harus fokus dan hanya punya waktu 20 tahun, apakah mampu ekonomi kita tumbuh 6%-7%," jelas Shinta.

Pada kuartal III 2023, pertumbuhan ekonomi  hanya 4,94% (year on year/yoy) di bawah proyeksi Apindo pada rentang 5%-5,30% yoy. "Jadi kembali lagi kita selalu bicara produktivitas dan ini yang perlu jadi perhatian kita semua," tambahnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon