ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bursa Eropa Ditutup Positif Setelah Bank Sentral Eropa dan Inggris Tahan Suku Bunga

Jumat, 15 Desember 2023 | 06:28 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Bank Sentral Eropa (ECB) mendapat kecaman di Jerman. Dan salah salah satu penasihat ekonomi meyakini ECB telah menjadi terlalu berkuasa.
Bank Sentral Eropa (ECB) mendapat kecaman di Jerman. Dan salah salah satu penasihat ekonomi meyakini ECB telah menjadi terlalu berkuasa. (AFP Photo/Daniel Roland)

London, Beritasatu.com - Bursa Eropa merespons positif terhadap sinyal Federal Reserve AS yang menunjukkan bahwa pemotongan suku bunga akan terjadi tahun depan. Indeks Stoxx 600 Eropa menguat sebesar 0,9%, mencapai titik tertinggi sejak Januari 2022.

Saham pertambangan melonjak 3% memimpin kenaikan, sementara hampir semua sektor dan bursa utama Eropa ditutup di wilayah positif, Kamis (14/12/2023). DAX minus 0,08%, FTSE Inggris naik 1,33%, CAC Prancis naik 0,59%, FTSE MIB Italia naik 0,21%.

Pada hari Rabu, Federal Open Market Committee memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga dalam kisaran antara 5,25% dan 5,5%, sesuai dengan harapan Wall Street. Sentimen pasar meningkat setelah para pembuat kebijakan mengatakan akan ada setidaknya tiga kali pemotongan suku bunga pada tahun depan.

Di Wall Street, Dow Jones mencatatkan rekor baru seiring dengan optimisme investor terhadap data ekonomi yang lebih kuat, sementara saham Hong Kong memimpin kenaikan di pasar Asia-Pasifik semalam.

ADVERTISEMENT

Investor di Eropa memfokuskan perhatian mereka pada keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa dan Bank of England pada hari Kamis. Keduanya memilih untuk tidak mengubah suku bunga.

Proyeksi makroekonomi terbaru dari staf Bank Sentral Eropa menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 0,6% pada tahun 2023, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,7%. Mereka memperkirakan PDB akan tumbuh sebesar 0,8% pada 2024, dari sebelumnya 1%. Proyeksi untuk tahun 2025 tetap tidak berubah, yaitu sebesar 1,5%.

Bank of England pada hari Kamis mempertahankan suku bunga utamanya tetap pada 5,25% dan mengatakan kebijakan moneter "kemungkinan besar masih ketat untuk jangka waktu yang panjang."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harapan Damai AS-China Dongkrak Bursa Saham Eropa

Harapan Damai AS-China Dongkrak Bursa Saham Eropa

EKONOMI
Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon