Wall Street Bervariasi S&P 500 Catat Kenaikan Mingguan Terpanjang Sejak 2017
Sabtu, 23 Desember 2023 | 05:18 WIB
New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street bervariasi pada Jumat (22/12/2023) setelah data pendukung inflasi melandai, dengan S&P 500 mencatatkan kenaikan mingguan ke-8 berturut-turut atau terpanjang sejak 2027.
S&P 500 naik 0,17% menjadi 4.754 atau hanya 0,9% dari rekor penutupan tertinggi. Sementara Nasdaq naik 0,19% menjadi 14.992, dan Dow Jones
turun 18,38 poin atau 0,05% menjadi 37.385.
Tiga indeks utama rata-rata mencatatkan minggu positif ke-8 berturut-turut. Bagi Dow Jones, kenaikan mengguan ini merupakan terpanjang sejak 2019.
S&P 500 menguat sebesar 0,8% minggu ini, Dow Jones bertambah 0,2% pekan ini, dan Nasdaq melonjak 1,2% pada periode tersebut.
Komponen Dow Jones, Nike turun hampir 12% setelah menurunkan prospek penjualannya dan memangkas biaya sekitar US$ 2 miliar selama 3 tahun ke depan.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti (personal consumption expenditure/PCE) November hanya naik 0,1% dibadingkan bulan lalu, dan naik 3,2% dibanding periode sama tahun lalu, sesuai ekspektasi. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan kenaikan bulanan 0,1% dan 3,3% dari periode sama tahun sebelumnya. Indeks ini merupakan pengukur inflasi favorit bagi Federal Reserve (The Fed).
“Kami percaya data PCE yang menjadi pertimbangan utama The Fed dalam memantau inflasi, semakin memperkuat penurunan,” kata CEO AXS Investments, Greg Bassuk dikutip CNBC International.
Kenaikan pasar baru-baru ini seiring turunnya imbal hasil obligasi dan proyeksi penurunan suku bunga bank sentral. Pada Jumat, indeks Russell 2000 yang mencakup saham berkapitalisasi kecil naik 0,8%, membukukan minggu positif keenam berturut-turut.
Bursa saham AS akan tutup pada Senin pekan depan karena libur Natal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




