ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tren Investasi Alternatif Teratas 2024: Rolex, Wiski, dan Wine

Minggu, 31 Desember 2023 | 07:29 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Wiski Scotch.
Wiski Scotch.

London, Beritasatu.com - Ketika masih berdiri pada tahun lalu, bank investasi asal Swiss, Credit Suisse memperkirakan sekitar 5% dari alokasi aset dengan kekayaan bersih tertinggi, disimpan dalam bentuk barang koleksi. Imbal hasil (return) barang koleksi ini melebihi emas, tetapi masih di bawah saham. Wine, wiski, dan jam Rolex bisa menjadi pilihan investasi alternatif 2024.

Meski data terbaru di lapangan masih sedikit, tetapi investasi pada barang koleksi bisa menjadi diversifikasi atau investasi alternatif aset global yang populer.

Dikutip dari Pro Active Investors, Minggu (31/12/2023), berikut daftar investasi alternatif di dunia yang masih berpotensi mendulang cuan pada 2024.

1.Wine (anggur) berkualitas
Pasar wine berkualitas diprediksi memasuk masa koreksi dan reposisi. Koreksi harga yang sedang berlangsung berdampak pada beberapa merek dan wilayah setelah masa mencapai puncaknya pada 2023. Pasar wine juga mengalami pergeseran permintaan di kalangan investor di tengah meningkatnya penghindaran risiko akibat tantangan perekonomian global.

ADVERTISEMENT

“Hal ini mengikuti tren 2023, tahun yang penuh tantangan bagi investor. Pasar masih terguncang akibat dampak pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina, yang sebagian besar berkontribusi pada melonjaknya inflasi dan beberapa kenaikan suku bunga,” kata Founder WineCap, Alex Westgarth.  

Namun, kata Westgarth, permintaan terhadap wine berkualitas tetap tinggi. Kolektor lebih fokus pada merek andal dan dengan harga menarik.

Investasi yang lebih berisiko di Burgundy mengalami penurunan tajam, sementara investasi klasik, seperti vintage Bordeaux mengalami peningkatan.

“Pada bulan-bulan pertama 2024, harga kemungkinan berada di bawah tekanan, artinya ada peluang yang tercipta. Misalnya, beberapa wine paling banyak diminati pada 2023 adalah Salon dan Dom Perignon, keduanya mengalami penurunan harga dalam jangka pendek," kata dia.

Secara keseluruhan tren jangka panjang merek-merek ini mengalami peningkatan, artinya penurunan yang terjadi saat ini akan menguntungkan pembeli di masa mendatang.

2. Wiski 
Sebagai seorang kolektor berpengalaman, Louis Haseman di Fah Mai Holdings sangat memerhatikan pasar wiski berkualitas, salah satu investasi alternatif favorit di Inggris. Kepopuleran wiski, membuat harga botol eksklusif mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada 2023, pasar wiski mengalami penurunan untuk pertama kalinya setelah tren naik terus-menerus selama 15 tahun sejak awal tahun 2000-an,” kata Haseman.

Dia menjelaskan pada 2022 adalah puncak harga wiski, seperti edisi terbatas Macallan. Beberapa label mencapai level tertinggi sepanjang masa. Namun, pada 2023, harga anjlok sebesar 20%-30% untuk botol koleksi kelas atas. Misalnya, Yamazaki 55, yang sebelumnya dijual US$ 600.000, kini dihargai hanya US$ 450.000.

Meski demikian, harga wiski bisa naik lagi pada 2024. “Saya pikir kita telah melihat hal itu di pasar sekunder melalui lelang, harga wiski mulai naik pada Natal 2023,” kata Haseman.

3. Rolex dan simbol status lainnya
Jam tangan adalah barang mewah yang paling terpuruk saat ini, dengan harga sekunder (barang bekas) anjlok 40% dari harga tertinggi sepanjang masa pada Maret tahun lalu, menurut Bloomberg Subdial Watch Index.

“Penurunan harga di pasar karena dealer memotong valuasi untuk mengejar penjualan,” kata salah satu pendiri Subdial, Christy Davis.

Dia menambahkan dengan semakin banyaknya jam tangan di rentang harga lebih luas, maka orang-orang menurunkan harga untuk mengejar penjualan menjelang musim liburan.

Namun, kondisi berbeda akan terjadi pada 2024 ditopang potensi penurunan suku bunga dan membaiknya perekonomian global.

Saham Barang Mewah
Berinvestasi pada barang-barang mewah tidak semudah membeli aset tradisional. Hal ini membutuhkan broker yang baik untuk diajak bekerja sama. Selain itu, memerlukan banyak waktu serta pengetahuan.

Pilihan lain untuk berinvestasi pada kemewahan adalah membeli saham-saham barang mewah berkapitalisasi besar. Sayangnya, prospek 2024 saham tidak terlalu cerah. Deutsche Bank telah menurunkan peringkat saham Louis Vuitton Moet Hennessey yang terdaftar di bursa saham Paris, Prancis menjadi netral, dengan alasan terbatasnya potensi pertumbuhan dalam jangka pendek.

“Selama beberapa tahun terakhir saham sektor barang mewah menikmati momentum kuat, menghasilkan pertumbuhan penjualan organik 10% sejak 2016 dan terbantu dalam  3 tahun terakhir dengan kembalinya harga lebih tinggi,” kata UBS.

Namun, ketika memasuki lingkungan makro yang kurang menguntungkan, diperkirakan pertumbuhan penjualan barang mewah akan melambat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon