Menteri PPN/Bappenas: RPJMN 2015/19 Berjalan dengan Pendekatan Multidimensi
Rabu, 3 Juni 2015 | 23:25 WIB
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mengungkapkan pendekatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dilakukan secara multidimensional.
Dengan pendekatan ini, kata Menteri Andrinof, pembangunan di era pemerintahan Jokowi-JK memperhatikan berbagai dimensi.
"Pendekatan kita dalam RPJMN, dalam 5 tahun ke depan adalah kita ingin pembangunan berjalan dengan pendekatan multidimensi. Setelahnnya, kita kawal terus menerus," ujar Andrinof di hadapan pemimpin redaksi berbagai media di Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (3/6).
Dalam acara tersebut hadir sejumlah pemimpin redaksi termasuk Pemimpin Redaksi Beritasatu.com, Suara Pembaruan dan Investor Daily Primus Dorimulu.
Dalam pendekatan multidimensional ini, Andrinof menegaskan, salah satu dimensi yang penting adalah dimensi sektoral sebagai pintu masuk menuju kemandirian dan peningkatan produktivitas. Menurutnya, untuk menunjang kemandirian dan peningkatan produktivitas ini, dipilih sektor prioritas.
"Ada lima sektor prioritas, yakni pangan, maritim, energi, industri dan pariwisata. Sektor-sektor ini tidak hanya mengerjakan produktivitas, tetapi harus ditopang oleh pilar keseimbangan atau pemerataan dari segi kelas sosial dan kewilayahan," terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan keseimbangan dari segi kelas sosial dan kewilayaan akan mampu memberikan kesejahteraan secara merata di tengah masyarakat dan berbagai wilayah. Tujuan utamanya, agar tidak terjadi ketimpangan antara kelas sosial yang satu dengan kelas sosial lainnya serta antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya.
"Strategi kami adalah menjadikan terget-taget di tahun pertama sebagai fondasi untuk 4 tahun ke depan bahkan 25 atau 50 tahun yang akan datang agar bangsa Indonesia punyai fondasi yang kokoh dalam hadapi tantangan nasional dan internasional," tandasnya.
Pada pertemuan itu, menteri Andrinof juga menjelaskan perbedaan antara Kementerian PPN/Bappenas dan kementerian lainnya. Menurutnya, PPN/Bappenas lebih fokus pada perencanaan, grand design, konsep, langkah-langkah yang dilakukan, arah yang hendak mau dicapai.
"Sementara kementerian lain, seperti PU dan Kementerian Perdagangan, langsung mengerjakan proyek-proyek yang telah disepakati," pungkasnya.
Sementara Pemimpin Redaksi Beritasatu.com, Suara Pembaruan dan Investor Daily Primus Dorimulu meminta Kementerian PPN/Bappenas untuk mengupdate data-data perencanaan pembangunan setiap bulan untuk disebarkan melalui media.
"Selain itu, mantra pertama Jokowi-JK dulu adalah tidak adanya egosektoral dalam arti kementerian dan lembaga harus bekerja sama untuk menerjemahkan nawacita di masing kementerian dan lembaga," katanya.
"Bappenas harus elaborasi nawacita, kemudian berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menerjemahkan nawacita dalam arah kebijakan masing-masing kementerian," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




