ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sentimen Negatif Mereda, IHSG Diramal Tembus 7.640 pada 2024

Senin, 29 Januari 2024 | 15:43 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
Pengunjung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Pengunjung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Beritasatu.com/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Mandiri Sekuritas meramal indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai 7.640 pada 2024 di tengah potensi penurunan suku bunga dan diikuti dengan pelonggaran kebijakan keuangan.

Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, di tengah pelemahan pertumbuhan laba bersih perusahaan oleh karena kebijakan moneter yang ketat, potensi penurunan suku bunga akan menopang perbaikan pertumbuhan pada Semester II 2024.

Dengan kondisi fundamental ekonomi, perbankan, dan perusahaan yang lebih baik dibandingkan dengan periode-periode tightening sebelumnya, ia optimistis bahwa tightening exit Indonesia di tahun 2024-2025 akan lebih baik dan belum sepenuhnya terefleksikan di tingkat valuasi pasar saham saat ini di level 12-13x forward PE.

“Tingkat leverage perusahaan yang rendah dan ROIC-WACC spread yang berada di level tertinggi sejak 8-9 tahun terakhir akan membantu mempercepat pemulihan pertumbuhan setelah kebijakan tightening berakhir dan juga membantu menopang imbal hasil dividen yang tinggi ke depannya,” jelas dia dalam Market Outlook Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (29/1/2024).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, sentral bank di berbagai negara telah menaikkan tingkat suku bunga sebesar 250-525 bps dalam sekitar 2 tahun belakangan yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Namun demikian, Indonesia yang termasuk dalam ASEAN 5 diproyeksikan masih tetap tumbuh secara resilien di tengah volatilitas global.

Sedangkan untuk pasar obligasi, Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan, di tengah gejolak global yang tinggi tahun 2023 dari tensi geopolitik yang meningkat, tingkat suku bunga global yang tinggi, pasar obligasi Indonesia terbukti resilien dan masih memberikan return +8.7%. Kinerja positif ini diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2024-2025.

Beberapa katalis positif antara lain pertama, tingkat suku bunga diperkirakan akan turun. Kedua, pemerintah masih memiliki fleksibilitas pembiayaan fiskal yang longgar, seiring dengan masih relatif tinggi saldo anggaran lebih atau SAL dan, ketiga secara valuasi, yield obligasi masih menarik.

“Dengan proyeksi yield 10 tahun SBN berpotensi turun ke 5,9% atau kisaran di 5,8-6,0%, kami perkirakan return investasi di pasar obligasi tahun 2024 akan memberikan imbal hasil sekitar +9,8%,” ujar dia.

Sementara itu, Chief Economist Mandiri Sekuritas Rangga Cipta proyeksikan angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar 5,1% di 2024 didorong oleh faktor-faktor, seperti konsumsi rumah tangga dan inflasi.

Pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 akan mendorong konsumsi, meski investasi berpotensi sedikit melambat karena menunggu hasil pemilu dan arah kebijakan di masa depan.

”Kami tetap optimistis akan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia di tahun Pemilu 2024 dan berdampak positif bagi ekonomi nasional terutama kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Namun demikian, beberapa hal seperti sikap menunggu hasil pemilu dari para investor dan volatilitas ekonomi global perlu diwaspadai,” kata dia.

Adapun, Mandiri Sekuritas memproyeksikan inflasi di 2024 tetap stabil di sekitar 3,2% dan suku bunga Bank Indonesia (BI) turun sebesar 75bp ke 5,25%, serta nilai tukar rupiah diperkirakan menguat ke level Rp 14.900 secara rata-rata, namun masih dipengaruhi volatilitas ekonomi global di kuartal I 2024.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon