ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga SUN Diproyeksi Sideways Pekan Ini, Investor Tunggu Hasil Pemilu

Senin, 12 Februari 2024 | 09:33 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Ilustrasi Obligasi
Ilustrasi Obligasi (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga surat utang negara (SUN) pada pekan ini diproyeksi sideways (mendatar) dengan kecenderungan melemah sejalan pencoblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari.

Fixed Income Analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, pelaku pasar menantikan pemenang Pemilu 2024 berdasarkan hasil hitung cepat (quick count). Pemilu menjadi momen penting yang menentukan kebijakan pemerintahan baru dan memengaruhi daya tarik pasar saham dan pasar surat utang. 

"Memang, dampak pemilu tidak secara langsung berpengaruh. Namun, beberapa kebijakan bisa merembet ke sana, seperti kebijakan tentang fiskal dan defisit anggaran,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (11/2/24).

ADVERTISEMENT

Selain itu, lanjut Ahmad, kebijakan mendorong pertumbuhan ekonomi akan berdampak pada pasar saham yang bisa menjadi subtitusi pasar surat utang di dalam negeri. Ketika pasar saham positif yang dikombinasikan pelonggaran moneter, investor akan mengalihkan dananya karena bisa mendapatkan hasil tinggi. “Kondisi ini bisa kita amati dari pola beli atau jual investor asing,” ujar dia.  

Sementara yield atau imbal hasil SUN tenor 10 tahun bakal bergerak di kisaran 6,4% - 6,9% pada pekan ini. 

Selain hasil pemilu, pasar juga memperhatikan survei konsumen dan penjualan ritel, sebagai indikasi konsumsi rumah tangga. Apabila data positif, dapat memengaruhi minat investor asing dalam mengalokasikan dana.

Sementara itu, pada Selasa (13/2/2024), pemerintah akan melakukan lelang SUN sebanyak tujuh seri dengan target Rp 24 triliun dan maksimal Rp 36 triliun. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon